BGN Hentikan Sementara Layanan Gizi di Pamekasan Usai Temukan Menu Lele Mentah

- Kamis, 12 Maret 2026 | 05:00 WIB
BGN Hentikan Sementara Layanan Gizi di Pamekasan Usai Temukan Menu Lele Mentah

PARADAPOS.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Pademawu, Buddagan, Kabupaten Pamekasan. Keputusan ini diambil sebagai respons atas laporan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bermasalah, yaitu penyajian ikan lele yang masih mentah kepada siswa. Penemuan ini memicu penolakan dari pihak sekolah dan mendorong pihak berwenang untuk melakukan evaluasi mendalam guna memastikan keamanan dan kualitas makanan yang didistribusikan.

Penangguhan Operasional untuk Evaluasi

Menanggapi insiden tersebut, BGN memutuskan untuk menghentikan sementara layanan SPPG di lokasi terdampak. Langkah ini diumumkan langsung oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, dari Jakarta pada Rabu (11/3).

“Berdasarkan pertimbangan pimpinan BGN, permasalahan tersebut dinilai telah menghambat proses distribusi dalam Program Makan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, operasional SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan untuk sementara waktu dihentikan,” tuturnya.

Dony menegaskan bahwa penghentian ini bersifat sementara dan merupakan bagian dari langkah korektif. Fokus utamanya adalah melakukan evaluasi menyeluruh serta perbaikan pada proses pengolahan dan penyajian makanan sebelum operasional dapat dilanjutkan kembali.

Komitmen Perbaikan Sistem

Selama masa penangguhan, pihak BGN akan intensif melakukan pembinaan dan penataan ulang sistem operasional di lapangan. Tujuannya jelas: memastikan standar keamanan pangan benar-benar diterapkan sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

“Operasional SPPG akan kembali dibuka setelah proses evaluasi, pembinaan, dan perbaikan dinyatakan selesai oleh pihak berwenang. Pemerintah berharap perbaikan tersebut dapat memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada para siswa,” jelas Dony lebih lanjut.

Asal Mula Kontroversi Menu Lele

Gelombang protes ini berawal dari sebuah video yang viral pada Senin (9/3), memperlihatkan menu MBG berupa ikan lele mentah yang hendak dibagikan di sebuah sekolah di Pamekasan. Menanggapi hal itu, Ahli Gizi SPPG setempat, Fikri Kuttawakil, memberikan penjelasan mengenai pertimbangan di balik menu yang menuai kontroversi tersebut.

“Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Dimarinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari,” ungkap Fikri, mencoba memberikan konteks teknis dari keputusan penyajian makanan.

Meski demikian, penjelasan tersebut tampaknya belum cukup menjawab kekhawatiran mengenai prosedur penyajian dan pengawasan kualitas yang harusnya menjadi prioritas utama.

Cakupan Layanan yang Terdampak

SPPG yang kini ditangguhkan operasionalnya diketahui memiliki cakupan layanan yang cukup luas. Lembaga ini melayani total 3.329 penerima manfaat, yang tidak hanya mencakup siswa dari berbagai jenjang pendidikan—mulai dari PAUD hingga SMA—tetapi juga tenaga pendidik, serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah Pademawu, Buddagan.

Insiden ini menyoroti tantangan nyata dalam implementasi program gizi berskala besar, di mana koordinasi lapisan teknis, pengawasan ketat, dan pelatihan sumber daya manusia menjadi faktor kunci untuk mencegah celah yang dapat membahayakan penerima manfaat.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar