PARADAPOS.COM - Menjelang perayaan Idulfitri, permintaan kue kering tradisional melonjak drastis, menghidupkan dapur-dapur usaha rumahan di berbagai daerah. Di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, salah satu produsen kue rumahan, Andi Hasni Panguriseng, merasakan langsung gelombang pesanan ini. Hingga tujuh hari sebelum Lebaran 1447 Hijriah, usahanya telah memproduksi sekitar 500 kilogram aneka kue, seperti nastar dan putri salju, untuk memenuhi permintaan pelanggan dari berbagai wilayah.
Geliat Produksi di Dapur Rumahan
Suasana sibuk terasa di dapur produksi Andi Hasni. Aktivitas yang biasanya berjalan rutin berubah menjadi lebih intens seiring dengan meningkatnya pesanan yang mengalir sejak sebelum bulan Ramadan. Geliat ini merupakan gambaran nyata dari siklus ekonomi mikro yang kerap terjadi setiap tahun, di mana momentum hari raya menjadi pendorong utama bagi usaha skala kecil dan menengah.
Andi mengaku, lonjakan pesanan tersebut telah mencapai angka ratusan toples. "Pesanan sebenarnya sudah mulai masuk sejak sebelum Ramadan. Sekarang menjelang Lebaran jumlahnya sudah ratusan toples," tuturnya.
Mempertahankan Cita Rasa dan Perluas Jangkauan
Meski skalanya rumahan, Andi menekankan pentingnya konsistensi kualitas. Seluruh proses produksi, mulai dari pembuatan hingga pengemasan, dilakukan secara mandiri di rumahnya dengan perhatian penuh pada cita rasa. Kue-kue tersebut kemudian dikemas dalam toples dengan desain yang sesuai nuansa Lebaran, menambah nilai dan daya tarik produknya.
Ketekunannya selama tujuh tahun membuahkan hasil. Usaha yang awalnya dipilih agar bisa fleksibel mengurus keluarga ini, justru berkembang pesat. Basis pelanggannya tidak hanya bertahan, tetapi juga meluas.
"Selain dari Dabo Singkep, pesanan juga datang dari beberapa desa di Kabupaten Lingga, bahkan sampai ke Kota Tanjungpinang," jelasnya.
Lebih Dari Sekadar Kue
Kisah Andi Hasni mencerminkan lebih dari sekadar transaksi jual-beli kue kering. Ini adalah cerita tentang ketahanan usaha mikro, pemanfaatan momentum budaya, dan dedikasi dalam menjaga tradisi kuliner Lebaran. Aktivitas di dapur rumahannya tidak hanya memenuhi selera masyarakat, tetapi juga turut menggerakkan roda perekonomian lokal, menunjukkan bahwa kontribusi signifikan seringkali berawal dari hal-hal sederhana yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh.
Artikel Terkait
IHSG Berbalik Arah ke Zona Hijau di Tengah Tekanan Geopolitik Global, Target Level 6.000
John Herdman Santai Dihadang Mata-mata Vietnam: Tim Piala AFF Nanti Beda Total
Truk Bermuatan Tepung 18 Ton Terguling di Tol Dalam Kota, Muatan Berlebih Jadi Penyebab
Pembebasan Denda Pajak Kendaraan dan Gerai Samsat Hadir di Jakarta Fair 2026