Bupati Aceh Selatan Umrah Saat Banjir Melanda, Ini Kronologi Lengkap dan Polemiknya

- Jumat, 05 Desember 2025 | 07:50 WIB
Bupati Aceh Selatan Umrah Saat Banjir Melanda, Ini Kronologi Lengkap dan Polemiknya
Bupati Aceh Selatan Umrah Saat Banjir, Viral dan Jadi Polemik - Paradapos.com

Bupati Aceh Selatan Umrah Saat Banjir, Viral dan Jadi Polemik

PARADAPOS.COM - Beredar foto-foto Bupati Aceh Selatan Mirwan MS pergi umrah di Tanah Suci saat banjir bandang dan longsor masih melanda wilayahnya. Unggahan foto ini memicu polemik dan kemarahan warganet di media sosial, yang mempertanyakan prioritas sang kepala daerah di tengah situasi darurat bencana.

Foto Keberangkatan Umrah dari Agen Travel

Foto keberangkatan Bupati Aceh Selatan umrah saat banjir diketahui berasal dari tangkapan layar akun Instagram sebuah agen perjalanan, @almisbahtravel_aceh. Dalam foto tersebut, Mirwan MS dan istrinya tampak berpose dengan latar Tanah Suci. Caption unggahan mengisyaratkan keberangkatan mereka bertepatan dengan hari ulang tahun sang istri.

"Barakallah fii umrik ibu @devinafisahmirwan.official. Terima kasih telah mempercayakan perjalanan umroh bersama almisbah. Semoga menjadi umrah mabrur dan segala hajat dikabulkan," bunyi caption yang kemudian viral.

Kemarahan Warganet di Media Sosial

Unggahan foto Bupati Aceh Selatan umrah saat banjir ini dengan cepat menyebar dan menjadi viral. Banyak warganet yang mempertanyakan keputusan Mirwan MS untuk meninggalkan daerahnya yang sedang dilanda musibah.

"Bupati Aceh Selatan H Mirwan MS di lebih memilih Umroh dibandingkan mengurus warganya yg sedang dilanda musibah banjir. Sejumlah pihak menilai tindakan bupati Aceh Selatan tidak peka," tulis salah satu akun di media sosial.

Komentar lain dari akun @desi_ramadayani95 menulis, "Pak apa benar bapak lagi umroh, aku harap itu hoaxs ya pak. Mana mungkin bapak ninggalin masyarakat nya lgi dapat musibah."

Kontras dengan Surat Permohonan Bantuan Darurat

Polemik ini semakin menguat karena sebelumnya Mirwan MS diketahui telah menandatangani surat resmi bernomor 360/1315/2025. Surat tersebut menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan tidak sanggup menangani situasi darurat bencana tanpa dukungan Pemerintah Aceh.

Dokumen itu memuat daftar dampak besar bencana di 11 kecamatan, termasuk akses transportasi terputus, layanan publik lumpuh, kerusakan sanitasi, irigasi, dan terganggunya layanan kesehatan. Kontras antara permohonan bantuan darurat ini dengan keberangkatan ibadah ke luar negeri menjadi sorotan utama.

Klaim Bupati Telah Turun ke Lokasi

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Bupati Aceh Selatan terkait polemik ini. Namun, dari unggahan di akun media sosial pribadinya, Mirwan MS memposting bahwa dirinya telah turun ke lokasi terdampak banjir di Trumon beberapa hari sebelumnya.

"Alhamdulillah, 4 hari yang lalu saya turun langsung ke lokasi banjir yang ada di Trumon, Aceh Selatan. Alhamdulillah, kondisi di sana sudah membaik dan banjir nya tidak separah kabupaten lain, Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT," tulis Mirwan.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar