Prabowo Sebut Negara Kaya tapi Rakyat Miskin Itu Tidak Masuk Akal
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kegelisahannya atas kondisi bangsa Indonesia. Menurutnya, terdapat kejanggalan yang telah ia perjuangkan untuk diatasi sejak lama, terutama menyangkut kemiskinan yang masih melanda banyak rakyat.
Dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1), Prabowo menyatakan ketidakpahamannya. "Saya melihat sudah berapa puluh tahun, negara yang begini kaya rakyatnya masih banyak yang miskin. Saya tidak dapat menerima di akal sehat saya dan di hati saya," ujarnya.
Kekayaan Alam Belum Dinikmati Rakyat
Prabowo menegaskan bahwa seharusnya rakyat Indonesia bisa menikmati kemakmuran dari kekayaan alam yang melimpah. Namun, realitanya hal tersebut belum terwujud. "Bagaimana negara yang begini makmur, berjuang ratusan tahun untuk merdeka, tetapi kekayaannya kurang dinikmati oleh sebagian besar rakyat," tambahnya.
Impor Pangan Jadi Ganjalan Hati
Masalah lain yang ia soroti adalah ketergantungan Indonesia pada impor pangan. Prabowo menyayangkan kondisi di mana negara dengan tanah yang subur dan luas justru bergantung pada bangsa lain untuk memenuhi kebutuhan pangannya.
"Tetapi kita tergantung bangsa lain untuk pangan kita. Kita impor, impor, impor pangan. Tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya," tutur Presiden dengan penuh penekanan.
Target Swasembada Pangan dalam Satu Tahun
Menanggapi persoalan tersebut, Prabowo memberikan target ambisius kepada jajaran menterinya. Ia menargetkan swasembada pangan dapat terwujud dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari target awal yang diberikan selama empat tahun.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintahannya untuk mengatasi kejanggalan dan memastikan kekayaan Indonesia dinikmati oleh seluruh rakyatnya.
Artikel Terkait
Analis: Safari Politik Jokowi Juni 2026 Sinyal Kuat untuk Gibran dan PSI di Pilpres 2029
Abu Janda Dilaporkan ke Bareskrim atas Dugaan Ujaran Kebencian Sebut Masyarakat Sumbar Barbar
Refly Harun Sebut Kasus Ijazah Jokowi Kacau karena Fisik Dokumen Tak Kunjung Jelas
Benang Poliester Filamen: Serat Sintetis Andalan dari Pakaian Olahraga hingga Jok Mobil