Polantas Diingatkan Tak Arogan saat Kawal Pejabat, Etika dan Sikap Humanis Ditekankan

- Selasa, 26 Mei 2026 | 22:50 WIB
Polantas Diingatkan Tak Arogan saat Kawal Pejabat, Etika dan Sikap Humanis Ditekankan
PARADAPOS.COM - Kepolisian Republik Indonesia melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) menekankan pentingnya etika dan sikap humanis bagi personel yang bertugas mengawal kendaraan pejabat negara. Dalam sebuah pelatihan dan uji kompetensi yang digelar di Pusat Pendidikan Lalu Lintas (Pusdik Lantas), sebanyak 50 personel Polantas dari delapan Polda prioritas dikumpulkan untuk menyelaraskan kemampuan teknis dengan perilaku profesional di lapangan. Arahan ini disampaikan langsung oleh Kasubditwal dan PJR Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes Pol. Ruben Verry Takaendengan, sebagai respons atas perlunya citra pelayanan publik yang lebih humanis.

Etika Pengawalan: Bukan Sekadar Teknis di Jalan

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Ruben menegaskan bahwa penguasaan teknik berkendara saja tidak cukup. Ia mengingatkan bahwa setiap personel yang bertugas di jalan raya adalah representasi institusi yang harus menjaga nama baik kepolisian. “Yang kita inginkan petugas pengawalan tersebut bukan saja masalah teknik pengawalan itu sendiri, tetapi di dalamnya terkandung etika-etika,” ujar Ruben dalam keterangan resmi Korlantas Polri. Ia menyoroti fenomena di lapangan yang kerap memicu keluhan masyarakat. Menurutnya, anggota pengawal dilarang keras bersikap arogan terhadap pengguna jalan lain. Sikap saling menghormati, tidak membentak, dan menghindari tindakan kasar menjadi poin utama yang ditekankan dalam pelatihan ini.

Pelatihan Intensif Sebelum Uji Kompetensi

Sebelum menjalani uji kompetensi, para peserta terlebih dahulu mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari. Instruktur yang bertugas berasal dari Pusdik Lantas dan Korlantas Polri, memastikan setiap materi tersampaikan dengan standar yang seragam. Korlantas Polri berharap, melalui pembekalan ini, para personel yang telah lulus uji kompetensi dapat menerapkan standar pengawalan yang humanis dan profesional di wilayah tugas masing-masing. Dengan demikian, kehadiran polisi di jalan raya tidak lagi dipandang sebagai pengganggu, melainkan sebagai pelindung yang beretika.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar