Presiden Prabowo Usulkan WFH untuk Antisipasi Ancaman Kelangkaan BBM

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 06:25 WIB
Presiden Prabowo Usulkan WFH untuk Antisipasi Ancaman Kelangkaan BBM

PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa Indonesia menghadapi ancaman kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat dampak geopolitik dari konflik di Timur Tengah. Dalam Sidang Kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3), Prabowo mengusulkan untuk mempertimbangkan kembali kebijakan kerja dari rumah (WFH) sebagai langkah strategis menghemat konsumsi BBM nasional.

Respons Proaktif Atas Gejolak Global

Latar belakang pernyataan ini adalah kekhawatiran mendalam terhadap situasi global yang belum stabil. Presiden menyoroti bahwa perang antara Iran dan Israel, dengan keterlibatan Amerika Serikat, berpotensi mengganggu pasokan energi dunia dalam jangka panjang. Ketidakpastian kapan konflik akan berakhir dan belum pulihnya operasi normal di Selat Hormuz—jalur vital pengiriman minyak—menjadikan ancaman ini sangat nyata. Oleh karena itu, Prabowo menekankan pentingnya sikap antisipatif, alih-alih sekadar merasa aman.

Dalam pidatonya di hadapan para menteri, ia secara khusus meminta agar opsi WFH segera dikaji secara serius.

"Ini saya minta dibicarakan oleh menko-menko ya. Dalam beberapa hari ini kita lihat, kita pikirkan. Dulu kita sukses atasi Covid, kita berhasil, dan kita mampu, banyak bekerja dari rumah," tutur Prabowo.

Belajar dari Pengalaman Pandemi

Prabowo melihat pelajaran berharga dari masa pandemi Covid-19. Saat itu, penerapan kerja jarak jauh secara luas ternyata tidak hanya memutus rantai penularan virus, tetapi juga membawa efek samping positif berupa penurunan konsumsi BBM secara drastis. Pengalaman sukses inilah yang mendasari optimisme Presiden bahwa langkah serupa dapat diulang untuk mengatasi tantangan yang berbeda kali ini.

Ia meyakini, jika diimplementasikan dengan baik, kebijakan ini akan memberikan dampak finansial yang signifikan bagi negara.

"Kita bisa menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar," tegasnya.

Menggeser Paradigma dari Aman ke Antisipatif

Pernyataan Presiden juga tampak sebagai koreksi halus terhadap narasi yang mungkin terlalu cepat menyatakan kondisi aman. Bagi Prabowo, jaminan ketersediaan stok saat ini tidak lantas membuat pemerintah lengah. Justru, situasi genting di kancah global menuntut langkah-langkah konkret untuk mengurangi beban sebelum krisis benar-benar terjadi.

"Kita tidak bisa mengatakan bahwa apa pun terjadi kita aman, tapi tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM," ungkapnya.

Dengan demikian, usulan WFH ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari strategi mitigasi yang diharapkan dapat melindungi stabilitas energi nasional dari gejolak yang sulit diprediksi di luar negeri. Keputusan akhirnya kini berada di tangan para menteri terkait yang diminta untuk segera membahas dan merumuskan implementasinya.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar