PARADAPOS.COM - Pakar telematika dan komunikasi, Roy Suryo, menyatakan keheranannya atas ajakan diskusi terbuka yang dilontarkan Rismon Sianipar terkait polemik ijazah Presiden Joko Widodo. Pernyataan ini disampaikan Roy di Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026), di tengah statusnya sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi antara dirinya dan Rismon telah terputus jauh sebelum ajakan itu muncul.
Komunikasi Terputus Sebelum Pertemuan di Solo
Roy Suryo mengungkapkan bahwa dirinya justru telah diblokir oleh Rismon Sianipar di platform percakapan digital. Pemutusan kontak ini terjadi pada 11 Maret 2026, atau sebelum Rismon menemui Presiden Jokowi di Solo. Kondisi ini, menurutnya, membuat ajakan untuk berdiskusi secara langsung menjadi tidak masuk akal.
"Ajakan diskusi terbuka gimana? Saya kontak, ceklis satu, diblokir. Semenjak tanggal 11 Maret banyak sekali teman-teman itu yang diblokir semuanya. Jadi nggak ada lagi," tuturnya kepada awak media.
Diskusi Seharusnya Terbuka untuk Publik
Lebih lanjut, Roy menilai bahwa substansi perdebatan seputar ijazah presiden seharusnya disampaikan secara transparan kepada khalayak. Ia menekankan bahwa forum diskusi yang paling relevan adalah melalui media, bukan percakapan tertutup antar individu. Menurut perspektifnya, publiklah yang berhak menilai setiap penjelasan yang diberikan.
"Oke maksudnya diskusi, menurut saya diskusi saja terbuka kepada media. Nggak perlu diskusi kepada kami-kami karena yang penting diskusi kepada rakyat," sambung dia.
Membandingkan Sikap dengan Eggi Sudjana
Dalam kesempatan yang sama, Roy Suryo membandingkan pendekatan yang diambil Rismon dengan Eggi Sudjana, yang juga pernah terlibat dalam perdebatan serupa. Roy menilai Eggi menunjukkan sikap yang lebih lugas. Ia menuturkan bahwa komunikasi antara dirinya dengan Eggi masih terjaga, bahkan setelah proses restorative justice.
"Tapi dengan segala hormat saya juga, Bang Eggi itu malah masih WA-WA-an sama saya dan kita canda-candaan. Itu agak-agak gentle dikit itu dan dia berkata apa? 'Saya tidak minta maaf. Saya tidak pernah mengatakan ijazahnya asli'. Itu," jelas Roy.
Mengakhiri pernyataannya, Roy Suryo memilih untuk bersikap legawa. "Lha tiba-tiba ada seseorang yang mengatakan tiba-tiba tadinya... Jadi artinya ya sudahlah kita doakan saja ya gitu. Bagaimanapun juga supaya dia dapet hidayah," ujarnya.
Artikel Terkait
Ledakan Guncang Masjid di Jember Saat Tarawih, Satu Jamaah Terluka
Kuasa Hukum Fahmi Kaji Tuntutan Nafkah 45 Emas dan Rp30 Juta per Bulan dari Wardatina Mawa
Laporan Investigasi Ungkap Kegagalan Strategis AS dalam Operasi Militer ke Iran
Muadzin Meninggal Saat Salat Tarawih di Depok, Didahului Riwayat Penyakit Jantung