Ramalan Tirta Siregar soal Kecelakaan Ular Besi Tepat Seminggu Sebelum Tragedi Kereta Api di Bekasi

- Selasa, 28 April 2026 | 10:25 WIB
Ramalan Tirta Siregar soal Kecelakaan Ular Besi Tepat Seminggu Sebelum Tragedi Kereta Api di Bekasi

PARADAPOS.COM - Sebuah video ramalan yang diunggah di media sosial seminggu sebelum kecelakaan kereta api di Bekasi kembali menjadi sorotan publik. Tirta Siregar, melalui akun Instagram pribadinya, menyampaikan prediksi akan terjadi kecelakaan "ular besi" pada Selasa, 21 April 2026. Tepat tujuh hari kemudian, pada Senin, 27 April 2026, sebuah insiden tragis terjadi di Stasiun Bekasi Timur, melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) dan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek 4. Peristiwa ini menewaskan 14 orang dan melukai 84 lainnya, memicu perdebatan antara keyakinan dan skeptisisme di tengah masyarakat.

Ramalan yang Mengguncang Publik

Dalam video yang direkamnya, Tirta Siregar dengan hati-hati menyampaikan pengalaman visual yang ia alami. Ia menyebutkan bahwa dirinya diperlihatkan sebuah kecelakaan yang melibatkan "ular besi", sebuah istilah yang kemudian dikaitkan dengan tabrakan kereta api. Video tersebut langsung menarik perhatian warganet, mengingat detail waktu yang ia sebutkan—21 April 2026—bertepatan dengan hari ia merekam pernyataan tersebut.

“Pada hari ini tanggal 21 April 2026, tadi siang, saya secara kasat mata ya, ini boleh percaya boleh tidak, jadi saya diperlihatkan akan terjadi satu kecelakaan ular besi,” terangnya dalam unggahan tersebut.

Tirta tidak memaksa siapa pun untuk mempercayai ramalannya. Ia justru menekankan bahwa tujuannya hanyalah mengajak masyarakat untuk berdoa bersama, agar insiden yang ia lihat tidak benar-benar terjadi. “Ini boleh percaya boleh tidak apa yang saya katakan, tapi akhirnya saya putuskan untuk bikin video ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Gunanya ingin mengajak teman-teman untuk yang nonton video saya, itu berdoa bersama-sama, supaya tidak terjadi insiden kecelakaan ular besi.” Dalam pernyataannya, Tirta juga menyebutkan keyakinan bahwa jika seseorang berada dalam insiden tersebut, Allah SWT akan memberikan keselamatan. “Itu aja tujuan saya bikin video ini, tidak ada maksud untuk menakuti,” pungkasnya.

Kronologi Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur

Peristiwa nahas itu bermula dari sebuah insiden kecil yang berujung fatal. Sebuah taksi online dilaporkan mogok di tengah rel dan kemudian ditabrak oleh KRL yang melintas. Akibat tabrakan tersebut, KRL lain yang hendak melintas terpaksa tertahan di Stasiun Bekasi Timur. Situasi yang semrawut ini kemudian diperparah oleh laju KA Argo Bromo Anggrek 4 yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Kereta api jarak jauh tersebut menabrak KRL yang sedang menunggu di stasiun. Kepala KA menghantam gerbong KRL khusus wanita yang berada di bagian belakang, menyebabkan kerusakan yang cukup parah. Suara benturan keras terdengar hingga ke permukiman sekitar stasiun, membuat warga berhamburan keluar rumah.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dan tim penyelamat dikerahkan untuk mengevakuasi korban dari puing-puing gerbong yang ringsek. Stasiun Bekasi Timur sendiri sempat ditutup total untuk proses pemulihan dan penyelidikan lebih lanjut.

Konteks Ramalan dan Respons Publik

Menariknya, dalam video ramalannya, Tirta Siregar tidak menyebutkan secara spesifik lokasi kejadian. Ia hanya menggambarkan bentuk kecelakaan yang ia lihat secara kasat mata. Ketidakjelasan lokasi ini justru membuat sebagian pihak menganggap ramalan tersebut sebagai kebetulan belaka, sementara yang lain melihatnya sebagai sebuah firasat yang akurat.

Perlu ditekankan kembali, Tirta tidak memaksa masyarakat untuk percaya pada ramalannya. Ia hanya menyampaikan apa yang ia alami sebagai bentuk kewaspadaan. Hingga berita ini diturunkan, doa-doa untuk para korban terus dipanjatkan oleh masyarakat Indonesia, baik yang percaya maupun tidak pada ramalan tersebut. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam dan menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di jalur perkeretaapian.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler