Iran Bantah Klaim Trump soal Kesepakatan Akhir untuk Akhiri Perang

- Kamis, 11 Juni 2026 | 23:25 WIB
Iran Bantah Klaim Trump soal Kesepakatan Akhir untuk Akhiri Perang
PARADAPOS.COM - Iran secara resmi menyatakan bahwa belum ada kesepakatan akhir yang tercapai dengan Amerika Serikat, meskipun Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengumumkan adanya “penyelesaian besar” untuk mengakhiri perang. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, pada Jumat (12/6/2026). Sikap Teheran ini muncul sebagai respons langsung terhadap klaim mengejutkan dari Washington yang menyebutkan bahwa negosiasi telah mencapai titik final.

Klaim Trump dan Bantahan dari Teheran

Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social, Trump tiba-tiba mengumumkan pembatalan serangan terhadap Iran. Ia mengisyaratkan bahwa kesepakatan dengan Republik Islam Iran sudah di depan mata. “Berdasarkan fakta bahwa diskusi dengan Republik Islam Iran telah dibawa ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan disetujui, saya telah... membatalkan serangan dan pemboman yang dijadwalkan terhadap Iran malam ini,” tulis Trump. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh poin diskusi telah mendapat persetujuan dari semua pihak, termasuk Amerika Serikat dan Israel, yang bersama-sama melancarkan perang dengan Iran sejak Februari lalu. Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Teheran. “Sejauh ini, Iran belum mencapai kesimpulan akhir mengenai kesepakatan tersebut,” ujar Baqaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, kepada AFP.

Catatan Kritis Media Iran

Kantor berita "Tasnim" mencatat sebuah pola yang menarik. Menurut mereka, Trump telah mengumumkan bahwa kesepakatan akan segera tercapai sebanyak 38 kali dalam dua bulan terakhir. Angka ini menunjukkan adanya pengulangan klaim yang belum pernah terbukti. “Sampai Iran mengumumkan masalah potensi kesepahaman, setiap berita dari Trump mengenai masalah ini harus dianggap sama dengan pesan-pesan sebelumnya,” demikian peringatan tegas dari kantor berita tersebut. Pernyataan ini menjadi tamparan diplomatik yang halus namun jelas. Dari sudut pandang lapangan, perbedaan narasi antara kedua negara ini menciptakan ketidakpastian yang tinggi, terutama bagi para pengamat yang mencoba membaca arah kebijakan di kawasan Timur Tengah.

Kehati-hatian dalam Mencerna Informasi

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar