Divisi Teknologi Tokopedia Tersisa 35 Karyawan Usai PHK Massal Pasca Akuisisi TikTok

- Jumat, 03 Juli 2026 | 02:25 WIB
Divisi Teknologi Tokopedia Tersisa 35 Karyawan Usai PHK Massal Pasca Akuisisi TikTok
PARADAPOS.COM - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali melanda Tokopedia pasca akuisisi oleh TikTok. Kini, divisi teknologi perusahaan e-commerce tersebut hanya menyisakan 35 karyawan, anjlok drastis dari sekitar 1.100 orang sebelum diakuisisi. Berdasarkan informasi dari sumber internal, lebih dari 450 karyawan di unit teknologi menjadi korban PHK pada gelombang terbaru ini. Langkah ini menandai peralihan hampir seluruh operasional teknologi Tokopedia dan TikTok Shop ke tangan tenaga ahli di China.

PHK Bertahap dan Perubahan Struktur

Sejak diakuisisi oleh ByteDance, induk perusahaan TikTok, jumlah karyawan Tokopedia terus menyusut. Dari total 2.500 karyawan saat akuisisi, kini hanya tersisa sekitar 10 persen. Mayoritas dari mereka yang masih bertahan bekerja di unit bisnis, serta divisi trust and safety. Seorang sumber yang mengetahui langsung situasi di lapangan mengungkapkan betapa drastisnya perubahan ini. "Dulu sebelum diambil ByteDance, (karyawan teknologi) 1.100. Dalam batch terakhir, tech 500-an (terkena PHK). Sekarang tech sisa 35 orang," katanya. Sumber lain menambahkan bahwa kendali penuh atas teknologi kini telah berpindah tangan. "Dulu bilangnya mau co-exist. Ingin membantu talenta Indonesia. Sekarang, semua yang pegang tech-nya Tokopedia sudah bukan di Indonesia lagi, sekarang semua di China," ungkapnya.

Konfirmasi dari Pihak TikTok

Menanggapi situasi ini, Juru Bicara TikTok memberikan pernyataan resmi. Ia mengonfirmasi adanya PHK dan menyebut langkah ini sebagai bagian dari penyesuaian organisasi. "Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," ujar Juru Bicara TikTok dalam keterangan yang diterima, Kamis (2/7/2026).

Latar Belakang Akuisisi Tokopedia oleh TikTok

Kisah akuisisi ini bermula pada Januari 2024, ketika GoTo melepas 75 persen saham Tokopedia ke ByteDance. Langkah ini diambil setelah pemerintah melarang TikTok, sebagai platform media sosial, menjalankan layanan e-commerce karena dinilai rawan monopoli. Akibatnya, TikTok Shop sempat menghentikan operasinya untuk sementara waktu. Pasca akuisisi, TikTok resmi menjadi pemegang saham 75,01 persen di Tokopedia melalui penyerapan saham baru. Sementara itu, GoTo tetap memegang 24,99 persen saham Tokopedia yang bersifat non-dilutif. Dalam kesepakatan ini, GoTo masih berhak atas arus kas dari entitas asosiasi Tokopedia berupa imbalan jasa e-commerce yang dibayarkan setiap kuartal. Perseroan juga membukukan laba atau rugi Tokopedia sesuai porsi kepemilikan saham GOTO.

Dampak Finansial dan Posisi Pasar

Meskipun telah melepas kendali mayoritas, GoTo masih menuai keuntungan dari kesepakatan ini. Nilai imbalan jasa e-commerce yang diterima GoTo mencapai Rp820 miliar pada 2025. Angka ini tercatat naik 32 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp622 miliar. Di sisi lain, performa Tokopedia di kancah regional justru menunjukkan tren yang kurang menggembirakan. Laporan terbaru dari Momentum Works berjudul "Ecommerce in Southeast Asia 2026" menempatkan Tokopedia di posisi paling buncit di antara pemain utama pada 2025. Total pasar e-commerce di kawasan Asia Tenggara mencapai US$157,6 miliar pada 2025, tumbuh 22,8 persen year-on-year. Berdasarkan data Gross Merchandise Value (GMV) 2025, Tokopedia hanya mencatat angka sekitar US$9 miliar. Posisi ini menjadikannya yang terendah di antara platform besar Asia Tenggara. Sebagai perbandingan, Shopee masih kokoh di puncak dengan GMV US$83,2 miliar. Disusul oleh TikTok Shop yang membukukan US$45,6 miliar, dan Lazada dengan sekitar US$18 miliar. Yang menarik, TikTok Shop justru mencuri perhatian dengan mencatatkan lonjakan GMV lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2024. Jika digabung dengan Tokopedia yang kini berada di bawah kendalinya, total GMV e-commerce TikTok di Asia Tenggara mencapai 65,7 persen dari Shopee.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar