Ia juga mengatakan bahwa ada saatnya kekuasaan manusia, dalam segala bentuknya, berhenti.
“Kan sedih ya, pencermatan saya akhir-akhir ini sepertinya arah pemilu sudah bergeser, ada kegelisahan rakyat akibat berbagai intimidasi. Namun saya bersyukur ada kekuatan nurani yang berbicara,” kata Megawati lagi.
Baca Juga: Jokowi Sentil Debat Capres Menjurus ke Serangan Pribadi, KPU Tak Akan Ubah Format Debat
Ia mengapresiasi semangat perlawanan masyarakat terhadap oposisi hingga upaya mempertahankan kekuasaan melalui pemilu.
Megawati mengaku merasakan adanya gerakan masyarakat sipil dan mahasiswa untuk melindungi pemilu.
Megawati mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, sering terjadi gerakan akar rumput yang menolak campur tangan dalam proses pemilu.
Bahkan, kata dia, ia melihat langsung bagaimana idealisme yang tergambar jelas dari seorang ibu di Jawa Timur dan Ketua RT di Jawa Tengah.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: alonesia.com
Artikel Terkait
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Kondisi Terkini
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt ke Perminas
Hotman Paris Bantu Kasus Es Gabus Suderajat: Perempuan Pemicu Viral Dicari Netizen
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Klarifikasi Resmi dan Kronologi Lengkap