Dalam video tersebut, Abu Ubaidah menjelaskan bahwa pertempuran Taufan Al Aqsha adalah momen penting dalam sejarah rakyat dan bangsa. Ini adalah seruan yang disuarakan untuk pembebasan semua bangsa dan masyarakat yang terjajah. Memberikan contoh bagaimana tangan bisa bertarung dengan penusuk.
Baca Juga: Hari Guru Sekolah Dasar Dirayakan Hari Ini, Ternyata Sekolah Tertua di Dunia Sekolah Dasar Loh!
"Kami mengingatkan kekuatan dunia yang terlibat dan tidak berdaya yang diatur oleh hukum hutan sebelum tanggal 7 Oktoberfest 2023 melakukan agresi terhadap ekstremitas kami. Kami tidak punya pilihan selain mengaktifkan kekuatan kami untuk menanggapi pembantaian yang berusaha menghancurkan rakyat kami," jelas Abu Ubaidah dalam pidatonya.
Menurut Abu Ubaidah, kejahatan musuh dan pemerintahan telah mencapai titik menuntut penghancuran rakyat, dan penghancuran tempat suci mereka di tepi Barat Yerussalem, wilayah pedalaman dan Gaza.
Operasi Taufan Al Aqsha yang dilaksanankan 7 Oktober merupakan respon terhadap pembantaian rakyat Palestina yang terjadi 100 tahun lalu.
Abu Ubaidah menegaskan bahwa kerugian rakyat Palestina lebih besar.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jember.jatimnetwork.com
Artikel Terkait
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Kondisi Terkini
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt ke Perminas
Hotman Paris Bantu Kasus Es Gabus Suderajat: Perempuan Pemicu Viral Dicari Netizen
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Klarifikasi Resmi dan Kronologi Lengkap