Kabar beredar menyebut, pemimpin pasukan Pantak Padagi Borneo Dayak itu berurusan dengan hukum lantaran diduga memimpin aksi di sebuah perusahaan sawit yakni PT Lifere Agro Kapuas (PT LAK) di Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas pada Kamis, 04 April 2024.
Dalam surat pemberitahuan yang disampaikan ke Kapolres Kapuas Polda Kalteng, diduga Panglima Pajaji mengerahkan lebih dari 3.000 masa baik dari Pasukan Misterius Pantak Padagi Borneo maupun dari Aliansi Masyarakat.
Mereka menuntut agar perusahaan melakukan ganti rugi terhadap lahan masyarakat. (*)
Artikel Terkait
Oknum Aparat Minta Maaf ke Penjual Es Kue Bogor: Kronologi Lengkap & Bantuan Hotman Paris
Felix Siauw Kritik Prabowo Dukung Board of Peace: Kezaliman dan Penjajahan Gaya Baru
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Fakta Terbaru
Kisah Pilu Sudrajat: Rumah Ambrol & 3 Anak Putus Sekolah di Bogor, Begini Kondisinya