Politisi PSI, Muannas Alaidid, mempertanyakan peran Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait kasus korupsi di Pertamina selama periode 2018-2023.
Alaidid menyoroti peran Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina pada periode 2019-2024.
Melalui akun X (sebelumnya Twitter) @muannas_alaidid, pada Kamis (27/2), Muannas mempertanyakan mengapa Ahok, yang dikenal anti korupsi, tidak mengetahui adanya korupsi dengan nilai fantastis selama masa jabatannya.
"4Th Ahok Komisaris utama dg upah kerja fantatis ada kerugian segini brutalnya ditempat dia bekerja, sebagai tokoh yg katanya pernah dinobatkan anti korupsi, janggal kalo dia enggak tau, kecuali ....", tulisnya di akun X.
Dia menyebutkan bahwa korupsi yang dilakukan jajaran direksi Pertamina merugikan negara hampir Rp 200 triliun.
Muannas juga menyinggung tindakan Ahok saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, di mana Ahok melaporkan kasus korupsi UPS senilai Rp 4,3 triliun ke KPK. Muannas mempertanyakan uang hasil korupsi.
"Baru kali ini ada korupsi besar ditempat dia bekerja, ahok malah ngumpet enggak bersuara, aneh.
Eks Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berpeluang dipanggil di kasus korupsi tata kelola minyak mentah 2018-2023.", tambanya.
Kejaksaan Agung sebelumnya menyatakan akan mempertimbangkan pemeriksaan Ahok terkait kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina pada periode 2018-2023.
Kasus ini juga меnuai pernyataan Ahok pada 2023 bahwa KPK memegang banyak kasus di Pertamina.
Sumber: jawapos
Foto: Kolase Muannas Alaidid dan Jokowi - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)/Net
Artikel Terkait
Harga Pertamax Rp 16.250 per Liter, Sekretaris Kabinet Sebut Masih Termurah di Asia Tenggara
Kejagung Belum Pastikan Status Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Bawah Mobil Usai Demo, Duga Ada Upaya Intimidasi
Sekretaris Kabinet: Harga Pertamax Masih Termurah di Asia Tenggara, Kecuali Malaysia