" Kita miris sebenarnya ini melihat anggaran tidak ada untuk guru honorer, di sisi lain kita alokasikan begitu besar untuk kota baru. Itu yang saya sampaikan di mana letak prioritas kebutuhan kita,” ujar Anies.
Pemerintahan saat ini dipertanyakan atas prioritas anggaran yang tidak memperhatikan nasib para guru honorer.
Baca Juga: Usai Resmi Mendapatkan Dukungan Dari Jusuf Kalla, Anies: Kami Merasa Sangat Terhormat
Salah seorang guru honorer, Musmulyadi, mengungkapkan betapa minimnya gaji yang mereka terima, hanya Rp600.000 setiap tiga bulan.
Hal ini menggambarkan betapa sulitnya kehidupan mereka yang harus mengandalkan gaji yang tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Capres Anies Baswedan kemudian menyoroti alokasi anggaran yang besar untuk membangun kota baru, sementara guru honorer terus terpinggirkan.
Dalam hal ini, Anies merasa prihatin dan mempertanyakan prioritas pemerintah dalam memenuhi kebutuhan mendasar seperti pendidikan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nolmeter.com
Artikel Terkait
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Kondisi Terkini
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt ke Perminas
Hotman Paris Bantu Kasus Es Gabus Suderajat: Perempuan Pemicu Viral Dicari Netizen
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Klarifikasi Resmi dan Kronologi Lengkap