PARADAPOS.COM - Seorang Warga Negara Asing (WNA) diamankan Polisi karena hendak menjual emas palsu di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Surabaya, Kedaton, Bandar Lampung, Kamis (6/3).
Pria itu bernama Nanchang Zhang (56) yang merupakan WNA asal China. Ia ditangkap pada Kamis (6/3) sekitar pukul 13.00 WIB.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay mengatakan pelaku diamankan berdasarkan laporan dari masyarakat.
"Jadi pelaku ini menawarkan sekitar 59 keping yang menurut pengakuan pelaku itu emas, akan dijual ke toko plaza kunci," katanya.
Namun, saat emas tersebut dites oleh warga, ternyata kepingan tersebut bukan emas atau emas palsu, sehingga pelaku diteriaki oleh warga.
"Tetapi saat dites ternyata bukan emas, kemudian yang bersangkutan diteriaki oleh massa. Pelaku sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia," ucapnya.
Dari kejadian itu, pelaku diamankan personel Polresta Bandar Lampung. Kemudian, Polisi berkoordinasi dengan Imigrasi kelas 1 TPI Bandar Lampung.
"Dari hasil koordinasi, kami mengetahui bahwa yang bersangkutan ini pertama kali datang ke Indonesia 2023 menggunakan visa kunjungan, tahun 2024 pelaku datang lagi pakai visa kunjungan, kembali lagi di 2025 bulan Januari dan Februari pelaku datang lagi kesini," ungkapnya.
Kapolres menambahkan, berdasarkan informasi dari Polresta Barelang, bahwa pelaku melakukan tindak pidana penipuan di wilayah hukum Polres Barelang.
"Kerugian menurut penyidik di sana sekitar 2 milliar dan kami akan terus berkoordinasi dengan pihak Imigrasi dan Polresta Barelang terkait penanganan yang bersangkutan," ungkapnya.
Saat ini, terhadap pelaku telah diserahkan kepada Imigrasi sambil menunggu tim penyidik Polresta Barelang untuk menjemput pelaku.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Guru SMK Rejotangan Viral Tulungagung Jadi Pencarian yang Sedang Trend di Tiktok
Waspada! Dugaan Manuver Jokowi Gunakan Pasal 32 dan 35 UU ITE untuk Tangkap Roy Suryo dkk dalam Kasus Ijazah Palsu
Kawasan Rumah Anggota DPR Ahmad Sahroni Diserang Kelompok Bersenjata Tajam, Dua Warga Jadi Korban
Aksi Demonstrasi Hari Buruh di DPR Disusupi Anarko, Massa Anarkis Lempari Kendaraan