PARADAPOS.COM - Gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo mengguncang wilayah perairan Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026) pagi, memicu peringatan tsunami dan gelombang kecil yang terekam di sejumlah titik di Maluku Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan tsunami dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 0,2 meter hingga 0,75 meter, menghantam beberapa wilayah pesisir dalam waktu kurang dari setengah jam setelah guncangan utama.
Detik-Detik Tsunami Terekam Warga
Momen naiknya permukaan air laut pascagempa sempat diabadikan oleh sejumlah warga. Di Sidangoli Gam, Maluku Utara, misalnya, warga ramai menyaksikan dan merekam fenomena tersebut. Visual yang beredar menunjukkan arus di bibir pantai yang tampak lebih kuat dari biasanya, mirip dengan arus pasang yang bergerak cepat.
Seperti diunggah oleh seorang pengguna Facebook, Sumiati S., rekaman video tersebut memperlihatkan gelombang yang meski tidak terlalu tinggi, namun memiliki kecepatan dan tekanan yang cukup signifikan.
"Terlihat arus di bibir pantai tersebut cukup kuat seperti terlihat dari video yang dibagikan," tulisnya dalam keterangan unggahan.
Data dan Koordinat Gempa Penyebab Tsunami
Berdasarkan rilis resmi BMKG, episentrum gempa terletak pada koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur. Pusat gempa berada di kedalaman 62 kilometer di bawah laut, tepatnya di wilayah perairan Bitung, Sulawesi Utara. Guncangan terjadi pada pukul 05.48 WIB.
Gelombang tsunami pertama dilaporkan mencapai Halmahera Barat pada pukul 06.08 WITA dengan ketinggian 0,3 meter. Menyusul kemudian di Bitung pada pukul 06.15 WITA dengan ketinggian 0,2 meter. Beberapa laporan lain menyebutkan ketinggian yang lebih signifikan di lokasi seperti Minahasa Utara, Belang, dan Sidangoli, yang mencapai 0,75 meter.
Dampak dan Evaluasi Awal
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan detail mengenai kerusakan atau korban jiwa yang secara langsung diakibatkan oleh tsunami kecil tersebut. Namun, guncangan gempa yang cukup kuat dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di wilayah terdampak.
Para ahli gempa dan tsunami biasanya menekankan bahwa meski ketinggian gelombang terlihat kecil, arus yang dihasilkan tetap berpotensi berbahaya bagi aktivitas di pesisir. Kejadian ini kembali mengingatkan akan tingginya aktivitas seismik dan potensi tsunami di wilayah Indonesia bagian timur.
Artikel Terkait
Gempa M7,6 Guncang Sulut, Picu Tsunami 0,75 Meter dan Rusak Bangunan di Ternate
Sekutu Eropa Tolak Dukungan Militer, Trump Kecam sebagai Tidak Tahu Terima Kasih
Gempa M 7,6 Guncang Laut Bitung, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami
Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Picu Peringatan Tsunami tapi Tak Ada Korban Jiwa