PARADAPOS.COM - Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, saat ini tengah menghadapi cuaca panas ekstrem yang berdampak serius pada pasokan air baku. Sumber utama air di Embung Bolong mengalami penurunan debit signifikan, mendorong Perumda Air Minum Tirta Taka menerapkan sistem distribusi air secara bergilir untuk dua zona layanan guna menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Penurunan Debit Air yang Drastis
Berdasarkan pantauan di lapangan, debit air di Embung Bolong saat ini hanya menyentuh angka sekitar 50 liter per detik. Angka ini jauh di bawah kondisi normal yang biasanya berada pada kisaran 87 hingga 100 liter per detik. Penurunan yang tajam ini secara langsung mempengaruhi kemampuan distribusi ke sejumlah wilayah.
Supervisor Transmisi dan Distribusi (Trandist) Perumda Tirta Taka, Muhammad Isa, mengonfirmasi kondisi yang tengah berlangsung. Ia menyebut situasi ini memerlukan penanganan khusus untuk memastikan layanan tetap berjalan.
"Sekarang ini ada penurunan yang sangat drastis sehingga menyebabkan pendistribusian air kami terdampak di daerah selatan dan daerah kota. Untuk mensiasati ini kami mengadakan dua zonasi," jelas Muhammad Isa, Rabu (1 April 2026).
Strategi Zonasi dan Gilir
Sebagai langkah antisipatif, Perumda Tirta Taka membagi area layanan menjadi dua zona utama: wilayah Kota Nunukan dan Kecamatan Nunukan Selatan. Masing-masing zona akan mendapatkan aliran air secara bergiliran dengan siklus setiap dua hari. Kebijakan ini diambil sebagai upaya meratakan distribusi di tengah keterbatasan pasokan yang ada.
Sementara Embung Bolong dikabarkan berada pada level waspada dengan ketinggian air tersisa sekitar satu meter lebih, kondisi di Embung Bilal relatif lebih baik. Sumber air yang kedua ini masih dalam status aman dan diperkirakan dapat mendukung kebutuhan untuk kurun waktu sekitar satu bulan ke depan.
Imbauan untuk Penggunaan Air Secara Hemat
Melihat prakiraan cuaca yang belum menunjukkan potensi hujan dalam sepekan mendatang, situasi kekurangan air ini diperkirakan akan berlanjut. Oleh karena itu, pihak Perumda mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh pelanggan dan masyarakat Nunukan.
Masyarakat didorong untuk menggunakan air seperlunya dan menghindari pemborosan selama masa penyesuaian sistem distribusi ini. Kerja sama dari semua pihak dinilai krusial agar pengaliran air secara bergilir dapat berjalan efektif dan menjangkau seluruh wilayah yang dilayani.
Artikel Terkait
Operasi Ketupat 2026 Catat Penurunan Fatalitas Kecelakaan Hingga 31 Persen
Polisi Selidiki Penjambretan Kalung oleh Dua Pelaku Motor di Jelambar
Malaysia Terapkan WFH untuk PNS Mulai 15 April 2026 untuk Hemat Energi
Kementerian Keuangan Dorong Papua Tengah Bentuk Dana Abadi Daerah