BRUTAL! Mahasiswa Dianiaya Polisi Saat Demo di Medan, Terkapar Berdarah dan Kejang di Jalanan

- Jumat, 29 Agustus 2025 | 20:20 WIB
BRUTAL! Mahasiswa Dianiaya Polisi Saat Demo di Medan, Terkapar Berdarah dan Kejang di Jalanan




PARADAPOS.COM - Viral video seorang pria disebut pendemo tergeletak di jalan dengan kondisi kejang-kejang dan kepala berlumuran darah. Pria tersebut diduga dianiaya oleh aparat.


Berdasarkan video yang dilihat, Jumat 29 Agustus 2025, awalnya pria itu dinaikkan ke atas sepeda motor oleh aparat.


Terlihat ramai personel polisi di sekitar lokasi. Terdengar pula suara perekam yang meminta agar aparta tidak melakukan pemukulan.


"Jangan dipukul bang, jangan dipukul bang," kata perekam video.


Kemudian, kamera menyorot seorang pria berbaju hitam yang telungkup di aspal.


Di atas tubuhnya, tampak seorang anggota polisi berusaha menahannya.


Terlihat pula seorang pria lain mengalami kejang-kejang dan bagian kepala mengeluarkan darah.


Perekam video meminta polisi membawa pria itu untuk mendapat perawatan medis.


"Ambulans, ambulans," kata perekam video.


Beberapa saat kemudian, terlihat korban dibawa dengan sepeda motor oleh pria mengenakan jaket ojek online.


Dugaan kekerasan itu disebut terjadi di sekitar belakang Hotel Adi Mulia Medan. Belum diketahui bagaimana keadaan korban saat ini.


Selain itu, identitas pria yang mengalami kejang-kejang dan berdarah di kepala juga belum dikonfirmasi.


Hingga berita ini dimuat belum ada klarifikasi maupun keterangan dari pihak kepolisian.


👇👇


https://www.suara.com/news/2025/08/29/225858/viral-pendemo-di-medan-disebut-dianiaya-aparat-hingga-pendarahan-dan-kejang



DPRD Sumut Minta Aparat Lebih Humanis Tangani Unjuk Rasa


Anggota DPRD Sumatera Utara, Muhammad Faisal, meminta aparat penegak hukum untuk lebih humanis dalam menangani unjuk rasa. 


Permintaan ini disampaikan setelah bertemu dengan perwakilan pengemudi ojek online di Gedung DPRD Sumut pada Jumat.


Faisal menegaskan bahwa unjuk rasa adalah hak masyarakat yang diatur dalam undang-undang. 


Ia berharap agar aparat tidak melakukan tindakan yang merugikan massa aksi saat menyampaikan aspirasi mereka. 


"Apalagi, mohon maaf sampai dipukuli, ada yang sampai kejang-kejang. Ini jangan sampai terjadi lagi," ujar Faisal.


Tragedi meninggalnya seorang pengemudi ojek online di Jakarta, yang terlindas kendaraan taktis Brimob, menjadi perhatian khusus bagi Faisal. 


Ia menyebut kejadian tersebut sebagai tindakan yang kelewatan batas dalam penanganan unjuk rasa. 


"Misalnya, pengemudi turun minta maaf, tidak sampai kejadian seperti ini. Ini tindakan yang tidak manusiawi," tambahnya.


Lebih lanjut, Faisal menyatakan bahwa DPRD Sumut akan berkoordinasi dengan Polda Sumut untuk menyampaikan pandangan terkait pengamanan unjuk rasa. 


"Ini juga bakal dibahas di rapat paripurna. Tentu kami bakal koordinasi dengan Polda Sumut," ujarnya.


Sumber: Suara

Komentar