Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dituding sebagai agen atau mata-mata yang berafiliasi pada lembaga intelijen Amerika Serikat (CIA).
Tudingan itu terlontar dari postingan anak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Yudo Achilles Sadewa dalam akun instagram pribadinya.
Kendati akun tersebut diketahui sudah lenyap saat ini, namun sempat beredar beberapa jam di jagat media sosial.
"Alhamdulillah, ayahku melengserkan agen CIA Amerika yang menyamar jadi menteri," tulis Yudo di Instagram pribadinya dikutip redaksi di Jakarta, Selasa, 9 September 2025.
Yudo diketahui memiliki akun Instagram @yvdos4dewa yang sempat memiliki 83 ribu pengikut, 82 konten, dan mengikuti 569 akun.
Namun, setelah unggahannya viral, akun tersebut menghilang. Ia masih memiliki akun lain, @yudosadewa yang kini diprivat.
Selain itu, wanita kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962 ini juga pernah menjadi Asisten Profesor, University of illinois at Urbana, Champaign, USA.
Terkait kedekatan Sri Mulyani dengan Amerika Serikat memang bukan rahasia umum. Srimul pernah menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia yang berkantor di Washington pada 2010 hingga 2016.
Sejak menjadi Menkeu di era pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo hingga Prabowo, kebijakannya banyak dianggap berpihak ke barat.
Bahkan ekonom senior mendiang Rizal Ramli pernah menyebut Srimul sebagai Sales Promotion Girl (SPG) Bank Dunia pada Januari 2019.
“Jadi investor internasional seneng banget dengan Menteri Keuangan SPG Bank Dunia ini," ujar RR akrab disapa.
Ekonom Pancasila Yudhie Haryono juga menyebut Srimul sebagai aktor utama dari ekonomi neoliberal di Indonesia.
“Semua ekonom yang dipilih untuk membantu presiden di kabinet bermazhab neoliberal. Tentu dengan Sri Mulyani sebagai nakhoda utama,” ujar Yudhie kepada RMOL di Jakarta, Rabu, 6 Agustus 2025.
Sumber: rmol
Foto: Postingan di Instagram Yudo Sadewa sebelum lenyap. (Foto: Inews/Threads)
Artikel Terkait
Pengamat Peringatkan Potensi Gejolak Sosial seperti 1998 Jika Pemerintah Tak Segera Benahi Ekonomi
Polisi Bongkar Alih Fungsi 7 Hektar Lahan Sawah Produktif Jadi Tambak Udang Ilegal di Batang, Negara Rugi Rp32 Miliar
Kejagung Masih Kaji Permohonan Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN dalam Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis
Empat ASN Pemkot Jambi Dipanggil Usai Viral Flexing Rencana Belanja Gaji ke-13