PARADAPOS.COM - Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar mengatakan bahwa satu-satunya di Indonesia yang foto ijazahnya berkacamata adalah milik Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Rismon juga menyebut hanya Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menerbitkan ijazah dengan foto memakai kacamata.
"Foto ijazah berkacamata satu-satunya di Indonesia adalah Pak Joko Widodo. Dan satu-satunya ijazah (dari) UGM," ujar Rismon dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (16/9/2025).
Rismon menjelaskan foto ijazah memakai kacamata itulah yang menjadi indikasi terkuat bahwa Jokowi memiliki ijazah palsu.
Pasalnya, tambah dia, aturan foto ijazah tidak boleh berkacamata masih berlaku hingga saat ini.
"Indikasi terkuat ijazah Pak Jokowi palsu ya memang tidak dibolehkan foto ijazah itu berkacamata," kata Rismon.
"Sampai saat ini, Universitas Indonesia, ITB, ITS, Udayana, Brawijaya, USU tidak membolehkan foto ijazah berkacamata, sampai detik ini, kecuali UGM," sambung Rismon.
Menurut Rismon, UGM bahkan dengan rela mengubah aturan itu demi mencocokan agar aturan tidak bertabrakan dengan ijazah milik Jokowi.
Hanya saja, ia mengaku tidak mengetahui sejak kapan aturan itu mulai diubah.
"UGM mengubahnya entah mulai kapan untuk mencocok-cocokkan punyanya Pak Jokowi yang berkacamata itu diubahlah aturan," tegas dia.
Dalam program yang sama, Wakil Ketua Umum Projo Andi Azwan dan Sekjen Peradi Bersatu Ade Darmawan juga langsung membantah tudingan Rismon.
Andi langsung memperlihatkan salah satu ijazah yang diterbitkan UGM pada 2002.
Dalam ijazah yang ditampilkan itu, seseorang tampak menggunakan foto berkacamata di ijazah miliknya.
"Ini asli," kata Andi Azwan.
ππ
Sumber: SindoNews
Artikel Terkait
Vokalis Kangen Band Andika Jalani Perawatan Intensif di Rumah Sakit, Praz Teguh Gantikan Posisinya di Panggung The Sounds Project
Pemerintah Bidik Pajak Pemilik Rumah Lebih dari Satu Lewat Perluasan Basis Pajak di RAPBN 2027
Kritik Ahmad Baso ke PBNU: Pembinaan dan Pengembangan Jamiyah Dinilai Nol Besar
Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta, Gubernur Pramono Terbitkan Instruksi WFH bagi 1.000 ASN