Kritikus politik Faizal Assegaf melontarkan kritik tajam terhadap penunjukan pengamat politik Muhammad Qodari sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Faizal, kehadiran Qodari justru menimbulkan kekhawatiran di tengah publik. Ia menilai rekam jejak Qodari selama ini sarat kontroversi, terutama terkait aktivitas survei politik yang dinilainya tidak kredibel.
“Qodari berkontribusi besar menipu publik dengan aneka proyek survei abal-abal, kini dipungut jadi KSP. Jelas sangat mengerikan,” ujar Faizal Assegaf lewat akun X miliknya, seperti dikutip redaksi di Jakarta, Kamis, 18 September 2025.
Faizal menambahkan, wajar bila kemudian publik menunjukkan reaksi negatif. Ia bahkan menyebut penunjukan Qodari bisa membuka ruang intrik politik yang berisiko bagi stabilitas pemerintahan.
“Wajar publik menyemburkan reaksi negatif. Muncul kekhawatiran, intrik dedengkot Geng Solo menjebak Presiden Prabowo. Ujungnya: Dinepalkan,” tegas Ketua Umum Partai Negoro itu.
Qodari, yang selama ini lebih dikenal sebagai peneliti, analis politik, sekaligus pendiri lembaga survei, kini duduk di kursi strategis yang menjadi simpul komunikasi istana.
Popularitas Qodari kian mencuat ketika ia aktif sebagai pengamat politik yang vokal dan belakangan ikut mendorong gagasan kontroversial lewat gerakan Jokowi-Prabowo (Jokpro).
Sumber: rmol
Foto: Kepala KSP yang baru, Muhammad Qodari (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)
Artikel Terkait
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Seluruh Aset Sitaan Dikembalikan
Menko Polkam Tegaskan Tindakan Hukum Tegas untuk Penginjakan Garuda, Pengibaran Bendera GAM, dan Kericuhan Demo Papua
Gempa M 7,7 di NTT Tewaskan 47 Orang, 5.434 Warga Mengungsi
Wacana Cetak Ulang Buku Pelajaran Menuai Kritik: Ekonom Soroti Pemborosan Anggaran dan Nasib Buku Sekolah Elektronik