Personel grup lawak Srimulat, Nunung membagikan refleksi mendalam tentang titik terendah dalam hidupnya saat meresmikan bisnis kuliner barunya.
Di tengah kebahagiaan membuka restoran ayam, Nunung tak melupakan masa-masa sulit yang pernah ia lalui, termasuk saat terjerat kasus narkoba.
Kepada Irfan Hakim, Nunung mengaku tak pernah menyerah dalam menghadapi cobaan hidup.
"Saya nggak pernah menyerah," tegasnya, dalam konten YouTube Irfan Hakim yang tayang 2 Oktober 2025.
Perempuan berusia 60 tahun ini menceritakan bahwa semangatnya untuk terus bergerak tak pernah padam, bahkan saat merasa lelah secara fisik dan batin.
"Sesakit apapun, secapek apapun, selelah apapun hati saya, saya nggak pernah menyerah. Selagi saya tetap masih bisa, badan saya semua ini masih bisa bergerak, saya akan bergerak," tuturnya.
Ia bahkan mengungkapkan rasa syukurnya karena pernah 'diselamatkan' melalui kasus penangkapan narkoba yang menimpanya beberapa tahun lalu.
"Aku ketangkap itu juga terima kasih gitu lho, jadi masih ditangkap. Kalau aku nggak ditangkap, dibiarkan, nggak ngerti aku sama Iyan," ujar Nunung.
Nunung meyakini, bahwa jika saat itu tindak penyalahgunaan narkoba yang ia lakukan tidak terendus pihak berwajib, nasibnya mungkin akan berakhir lebih tragis.
"Orang main narkoba itu antara penjara dan mati kok," pungkasnya dengan nada serius.
Nunung sendiri mulai menggeluti bisnis kuliner semenjak dituntut mengurangi kegiatan di depan kamera karena kanker payudara.
Ia sadar butuh lahan pemasukan alternatif untuk membiayai pengobatan kanker yang cukup menguras tabungan.
Sumber: suara
Foto: Nunung Srimulat dalam sebuah wawancara di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa, 19 Agustus 2025. [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]
Artikel Terkait
Tote Bag Bertahan sebagai Tren Utama Fashion Wanita, Gaya dan Fungsionalitas Jadi Kunci
Mobil Travel Terperosok ke Jurang di Lembah Anai, Tujuh Orang Luka-luka
Dokter Tifa Akan Telusuri Langsung Gelar Akademik Rismon Sianipar ke Jepang dan Dua Kampus Indonesia
KPK Kembangkan Penyidikan ke Oknum Polisi Terkait Fee Proyek Rp16 Miliar di Bekasi