Strategi Mr J PSI Dinilai Gagal, Publik Lebih Tertarik Isu Ekonomi
Strategi politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang merahasiakan sosok Ketua Dewan Pembina dengan inisial Mr J dinilai sudah tidak lagi efektif menarik perhatian publik. Menurut pengamat, masyarakat kini lebih fokus pada isu-isu substantif yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.
Gimmick Politik Mr J Dinilai Sudah Basi
Direktur Eksekutif Survei dan Poling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, menilai masyarakat tidak lagi merespons gaya politik simbolis seperti yang dilakukan PSI. Ia menyatakan bahwa isu ekonomi seperti daya beli dan stabilitas harga kebutuhan pokok jauh lebih menarik perhatian.
"Memperbaiki daya beli masyarakat dan stabilisasi harga kebutuhan pokok jauh lebih menarik bagi masyarakat sekarang ini ketimbang peduli soal siapa Mr J di PSI," ujar Igor.
Igor menambahkan bahwa strategi merahasiakan nama dalam struktur partai justru tidak menciptakan diskursus yang berkepanjangan di kalangan publik yang melek politik. Menurutnya, "Gimmick semacam itu sudah basi dan membosankan."
Publik Beralih ke Isu yang Lebih Substantif
Alih-alih berhasil menciptakan rasa penasaran yang dapat menggaet calon pemilih, strategi PSI ini justru tenggelam seiring waktu. Fokus publik telah beralih ke isu-isu yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak.
Sebagai perbandingan, gaya komunikasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru menjadi magnet perbincangan publik baru-baru ini. Gaya komunikasinya yang berbeda dengan pendahulunya, Sri Mulyani Indrawati, berhasil menenggelamkan gimmick Mr J dari PSI.
"Apa yang diungkapkan Menkeu Purbaya saat ini jauh lebih menarik ketimbang wacana soal Mr J di PSI," pungkas Igor.
Sumber: https://rmol.id/read/2025/10/12/682952/mr-j-psi-dikalahkan-anak-buah-prabowo-
Artikel Terkait
Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Bawah Mobil Usai Demo, Duga Ada Upaya Intimidasi
Sekretaris Kabinet: Harga Pertamax Masih Termurah di Asia Tenggara, Kecuali Malaysia
Pengamat Peringatkan Potensi Gejolak Sosial seperti 1998 Jika Pemerintah Tak Segera Benahi Ekonomi
Polisi Bongkar Alih Fungsi 7 Hektar Lahan Sawah Produktif Jadi Tambak Udang Ilegal di Batang, Negara Rugi Rp32 Miliar