Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa militernya tidak mengesampingkan kemungkinan serangan ke wilayah Venezuela sebagai upaya memerangi perdagangan narkoba. Trump menyatakan bahwa perairan lepas pantai Venezuela telah "terkendali dengan baik".
Sebagai respons, pemerintah Venezuela mengecam keras pernyataan Trump tersebut. Mereka menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional. Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan pejabat lainnya secara tegas membantah tuduhan yang dilayangkan AS. Maduro menegaskan bahwa isu narkoba hanyalah alasan yang digunakan Presiden Trump untuk menyerang Venezuela.
Eskalasi Militer dan Persiapan Kedua Belah Pihak
Eskalasi ini telah berlangsung sejak Agustus, ketika militer AS mengerahkan beberapa kapal perang, termasuk tiga kapal perusak (destroyer), satu kapal serbu amfibi, dan satu kapal selam nuklir, bersama dengan hampir 4.500 marinir ke Karibia.
Menghadapi ancaman ini, Presiden Nicolas Maduro mengerahkan 25.000 personel militer untuk menjaga perbatasan Venezuela, termasuk di laut, sebagai langkah antisipasi di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Artikel Terkait
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Kondisi Terkini
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt ke Perminas
Hotman Paris Bantu Kasus Es Gabus Suderajat: Perempuan Pemicu Viral Dicari Netizen
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Klarifikasi Resmi dan Kronologi Lengkap