Sejarawan Sorot Tayangan Trans7: Benarkah Ini Ajaran Kesopanan dalam Islam?

- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 09:25 WIB
Sejarawan Sorot Tayangan Trans7: Benarkah Ini Ajaran Kesopanan dalam Islam?

Sejarawan Anhar Gonggong: Tayangan Trans7 Harus Jadi Bahan Renungan untuk Pesantren

Heboh tayangan Trans7 yang dinilai melecehkan kiai dan pesantren mendapatkan tanggapan unik dari sejarawan Anhar Gonggong. Alih-alih mendukung pemboikotan, ia justru mendorong agar kontroversi ini dijadikan bahan diskusi dan introspeksi bagi kalangan pesantren.

Pesantren Perlu Terbuka terhadap Kritik

Menurut Anhar, ormas keagamaan seperti MUI seharusnya tidak bereaksi secara emosional. Tayangan tersebut justru bisa menjadi cermin untuk mengevaluasi apakah ada praktik di pesantren yang perlu diperbaiki. Ia mempertanyakan, apakah ritual tertentu, seperti memberikan sesuatu dengan cara dilempar atau murid harus jongkok, benar-benar mencerminkan kesopanan yang diajarkan Islam.

Kiai dan Guru Juga Manusia Biasa

Anhar mengingatkan bahwa seorang kiai atau guru tidak luput dari kesalahan. Oleh karena itu, pesantren perlu membuka diri terhadap kritik konstruktif, terutama jika ada ritual atau kebiasaan yang dinilai telah menyimpang dari esensi ajaran Islam yang sesungguhnya.

MUI Didesak untuk Pengawasan yang Lebih Baik

Dengan banyaknya pesantren di Indonesia, Anhar menilai kemungkinan adanya penyimpangan tidak bisa dihindari. Di sinilah peran MUI dan ormas Islam lainnya untuk melakukan pengawasan dan memberikan teguran jika ditemukan praktik yang tidak sesuai. Tujuan akhirnya adalah memastikan pesantren tidak hanya mencetak manusia berpengetahuan, tetapi juga yang berakhlak mulia.

Trans7 Diyakini Tidak Bermaksud Menjelekkan

Anhar meyakini bahwa Trans7 tidak memiliki niat untuk membeberkan borok pesantren. Menurutnya, stasiun televisi itu hanya menayangkan apa yang terjadi sebagai bahan pemahaman bagi masyarakat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa adegan-adegan yang ditampilkan memang seharusnya tidak pantas terjadi di lingkungan pesantren.

Sumber artikel asli: JawaPos.com

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar