Komunikolog Bahas Jurang Komunikasi Pemerintah-Rakyat dalam Silaturahmi dengan JK

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:25 WIB
Komunikolog Bahas Jurang Komunikasi Pemerintah-Rakyat dalam Silaturahmi dengan JK
Silaturahmi Komunikolog dengan JK Bahas Jurang Komunikasi Pemerintah-Rakyat

PARADAPOS.COM - Sejumlah pakar komunikasi atau komunikolog melakukan silaturahmi dengan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (14/3/2026) sore. Pertemuan tertutup yang berlangsung di bulan Ramadan ini, selain untuk menjaga silaturahmi tahunan, juga menjadi ruang diskusi mengenai tantangan komunikasi pemerintahan saat ini dan situasi geopolitik global.

Silaturahmi Ramadan dan Agenda Diskusi

Pertemuan di Jalan Brawijaya tersebut dihadiri oleh sejumlah nama seperti Emrus Sihombing, Lely Arrianie, Effendi Gazali, Suko Widodo, Adriano Qalbi, dan Mo Sidik. Menurut para tamu, agenda utama adalah bersilaturahmi menyambut Ramadan 1447 H, sebuah tradisi pertemuan yang kerap dilakukan di bulan suci.

Effendi Gazali, salah satu pakar yang hadir, mengonfirmasi hal ini. "Jadi biasanya kan ini hampir setiap anu ya, Ramadan itu ada pertemuan dengan Pak JK, silaturahmi," ujarnya kepada wartawan sebelum acara dimulai.

Membahas Jurang Komunikasi dan Geopolitik

Meski berangkat dari silaturahmi, Effendi mengaku tidak menutup kemungkinan isu-isu strategis dibicarakan. Dalam konteks ketegangan global yang terjadi, pengalaman panjang JK dalam diplomasi dinilai sebagai sumber pengetahuan berharga.

"Apalagi sekarang ini kan lagi serius krisis geopolitik. Nih pengalaman Pak JK sebagai juru damai internasional juga mungkin perlu bisa kami sharing bersama," tuturnya.

Di sisi lain, Suko Widodo, pakar komunikasi Universitas Airlangga, menyoroti persoalan domestik. Ia menyatakan adanya keprihatinan di kalangan komunikolog mengenai kesenjangan komunikasi antara pemerintah dan publik.

"Secara umum itu kami kalau Komunikolog Indonesia itu selalu ingin pemerintahan itu ya, siapa pun presidennya, apalagi ini Pak Prabowo ini, tentunya pengin berhasil. Cuma belakangan kami melihat kok ada jurang komunikasi yang jauh sekali," ungkap Suko.

Upaya Mencari Solusi Bersama

Pendapat serupa disampaikan Effendi Gazali, yang melihat adanya persepsi yang berbeda antara pemimpin dan yang dipimpin. Ia berharap pertemuan sore itu dapat menjadi ajang tukar pikiran yang konstruktif untuk memahami akar masalah tersebut.

"Jadi Pak Presiden sepertinya inginnya begini, rakyat tuh enggak-enggak paham tuh. Kalau menurut kami dari 14 orang yang hadir nih kok ada jurang komunikasi yang besar, kenapa? Nah, ini mungkin ada diskusi baik ini kan terutama," imbuhnya.

Pertemuan yang berlangsung tanpa kehadiran awak media ini mencerminkan upaya para ahli untuk secara langsung menyampaikan analisis dan masukan dari sudut pandang keilmuwan komunikasi. Dialog semacam ini dianggap penting untuk menjembatani persepsi dan membangun tata kelola komunikasi publik yang lebih efektif di tengah dinamika politik dalam negeri dan ketidakpastian geopolitik dunia.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar