"Ternyata dalam satu tahun sudah mengalami kerugian Rp4,1 triliun. Sekarang semester 1, sudah rugi Rp1,6 triliun," papar Ubedilah dengan nada prihatin.
Analis ini semakin menegaskan bahwa proyek ini memang dari awal merupakan proyek yang merugi dan berpotensi menjadi beban berat bagi APBN, terutama jika kerugian terus berlanjut dan harus ditanggung oleh anggaran negara.
Artikel Terkait
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Kondisi Terkini
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt ke Perminas
Hotman Paris Bantu Kasus Es Gabus Suderajat: Perempuan Pemicu Viral Dicari Netizen
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Klarifikasi Resmi dan Kronologi Lengkap