"Bila di sosial media diceritakan yang bersangkutan memiliki KTP-elektronik Indonesia, bisa dipastikan KTP itu palsu," tegas Teguh Setyabudi.
Pihak Dukcapil telah melakukan pengecekan mendalam terhadap daerah yang disebutkan dalam dokumen. Hasil verifikasi membuktikan bahwa nama Aron Geller tidak tercatat dalam basis data kependudukan nasional Indonesia, sehingga mengkonfirmasi kepalsuan dokumen tersebut.
Sumber: pojokbaca
Artikel Terkait
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Kondisi Terkini
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt ke Perminas
Hotman Paris Bantu Kasus Es Gabus Suderajat: Perempuan Pemicu Viral Dicari Netizen
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Klarifikasi Resmi dan Kronologi Lengkap