RTM mengakui bahwa komentatornya telah keliru mengidentifikasi Presiden Republik Indonesia yang sah, Prabowo Subianto, dengan pendahulunya. Mereka menegaskan bahwa insiden ini dipandang sebagai masalah serius dan tindakan tegas telah diambil terhadap pihak yang terkait.
Komitmen Perbaikan ke Depan
Sebagai bentuk komitmen untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, RTM berjanji akan memperketat pengawasan editorial dan proses verifikasi fakta. Langkah ini diambil untuk memastikan semua informasi yang disiarkan di masa depan akurat dan berintegritas tinggi.
Permohonan maaf secara khusus ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Republik Indonesia, serta semua pihak yang terdampak oleh kesalahan penyiaran ini.
Sumber: Suara.com
Artikel Terkait
Oknum Aparat Minta Maaf ke Penjual Es Kue Bogor: Kronologi Lengkap & Bantuan Hotman Paris
Felix Siauw Kritik Prabowo Dukung Board of Peace: Kezaliman dan Penjajahan Gaya Baru
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Fakta Terbaru
Kisah Pilu Sudrajat: Rumah Ambrol & 3 Anak Putus Sekolah di Bogor, Begini Kondisinya