Pelanggar tidak hanya dikenai sanksi administratif berupa denda, tetapi juga sanksi sosial. Mereka diwajibkan membuat video permohonan maaf yang berisi komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan. Agus Deni mengingatkan bahwa jika mengulangi pelanggaran, sanksi yang lebih berat akan diterapkan. Sanksi berat tersebut dapat berupa larangan mendaki selama 2 hingga 5 tahun di seluruh taman nasional di Indonesia.
Upaya Pencegahan dan Edukasi
Setelah membuat pernyataan dan menerima edukasi dari petugas, para pendaki ilegal kemudian dipulangkan ke kota asal. Untuk mencegah pendakian ilegal, pihak TNGGP meningkatkan intensitas pengawasan dan patroli di semua jalur pendakian. Mereka juga melibatkan masyarakat setempat untuk melaporkan atau mencegah pendaki yang berusaha masuk. Sosialisasi mengenai penutupan ini juga terus digencarkan melalui berbagai media, termasuk media sosial resmi TNGGP.
Penutupan jalur pendakian TNGGP berlaku mulai 13 Oktober 2025 untuk waktu yang belum ditentukan, bertujuan membersihkan sampah dan memulihkan kondisi alam.
Sumber: https://jabar.suara.com/read/2025/10/26/190818/36-pendaki-ilegal-ini-dihukum-berat?
Artikel Terkait
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Kondisi Terkini
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt ke Perminas
Hotman Paris Bantu Kasus Es Gabus Suderajat: Perempuan Pemicu Viral Dicari Netizen
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Klarifikasi Resmi dan Kronologi Lengkap