Gempa M 6,1 Guncang Turki: Bangunan Roboh, Dirasakan hingga Istanbul!

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 00:50 WIB
Gempa M 6,1 Guncang Turki: Bangunan Roboh, Dirasakan hingga Istanbul!
Gempa M 6.1 Guncang Sindirgi Turki: Bangunan Roboh, Dirasakan Hingga Istanbul

Gempa M 6.1 Guncang Sindirgi Turki, Bangunan Roboh dan Warga Panik

Kota Sindirgi di Turki kembali diguncang gempa bumi dengan kekuatan signifikan. Gempa bumi bermagnitudo 6,1 melanda wilayah tersebut pada Senin malam waktu setempat, atau Selasa (28/10/2025) pagi WIB, memicu kepanikan dan kerusakan sejumlah bangunan.

Waktu dan Pusat Gempa

Badan Penanggulangan Darurat Turki (AFAD) mencatat gempa terjadi tepat pada pukul 22.48 waktu setempat. Guncangan dari gempa yang berpusat di Sindirgi ini dilaporkan dirasakan kuat di berbagai kota besar, termasuk Istanbul dan kota wisata populer Izmir.

Dampak Kerusakan dan Korban Jiwa

Hingga berita ini dirilis, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Namun, kerusakan fisik telah terjadi di beberapa lokasi. Menteri Dalam Negeri Turki, Ali Yerlikaya, mengonfirmasi bahwa tiga bangunan dan sebuah toko yang telah dievakuasi runtuh pasca-gempa. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden keruntuhan tersebut.

Riwayat Gempa di Wilayah Sindirgi

Ini bukan kali pertama Sindirgi mengalami gempa dengan kekuatan serupa. Pada Agustus lalu, gempa bermagnitudo sama telah menewaskan satu orang dan melukai puluhan warga. Kejadian ini mengingatkan kembali pada kerentanan seismik kawasan tersebut.

Kondisi Seismik Turki

Turki merupakan negara yang terletak di kawasan rawan gempa karena dilintasi oleh beberapa patahan aktif. Gempa dahsyat pada Februari 2023 di barat daya Turki tercatat menewaskan sedikitnya 53.000 orang dan menghancurkan kota kuno Antakya. Baru-baru ini, pada awal Juli, gempa bermagnitudo 5,8 di wilayah yang sama juga mengakibatkan satu orang tewas dan 69 lainnya luka-luka.

Pihak berwenang terus memantau perkembangan dan melakukan assesment dampak pasca-gempa di Sindirgi. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar