Bank Neo Commerce Cetak Laba Rp136,98 Miliar di Kuartal I-2026, Kredit Kontraksi 17 Persen

- Rabu, 29 April 2026 | 00:25 WIB
Bank Neo Commerce Cetak Laba Rp136,98 Miliar di Kuartal I-2026, Kredit Kontraksi 17 Persen
PARADAPOS.COM - PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) membukukan laba bersih sebesar Rp136,98 miliar pada kuartal pertama 2026, melanjutkan tren positif yang telah terbangun sejak tahun sebelumnya. Di tengah ketidakpastian geopolitik global, bank digital ini mencatatkan total aset sebesar Rp18,34 triliun per 31 Maret 2026, naik tipis 0,94 persen secara tahunan. Namun, penyaluran kredit justru terkontraksi 17,24 persen menjadi Rp7,03 triliun, sejalan dengan strategi selektifitas bank dalam menjaga kualitas pembiayaan.

Kinerja Pendanaan dan Komposisi DPK

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) BNC tercatat sebesar Rp13,42 triliun pada akhir Maret 2026. Angka ini menyusut 1,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp13,69 triliun. Menariknya, komposisi dana murah justru menunjukkan perbaikan. Tabungan tumbuh 8,62 persen dari Rp3,22 triliun menjadi Rp3,50 triliun. Sementara itu, deposito mengalami kontraksi 2,18 persen, dari Rp9,56 triliun menjadi Rp9,35 triliun. Pergeseran ini bukanlah kebetulan. Manajemen BNC memang tengah gencar mendorong peningkatan porsi dana murah melalui pengembangan kapabilitas transaksi digital. Hasilnya, rasio CASA (Current Account Saving Account) berhasil mencapai 30,34 persen di akhir kuartal pertama tahun ini.

Penyaluran Kredit yang Lebih Selektif

Meskipun laba bersih melonjak, BNC justru mengurangi laju penyaluran kredit. Per 31 Maret 2026, total kredit yang disalurkan mencapai Rp7,03 triliun, turun cukup dalam sebesar 17,24 persen dari Rp8,49 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Langkah ini diambil dengan pertimbangan matang. Direktur Utama Bank Neo Commerce, Eri Budiono, dalam keterangan tertulis pada Rabu, 29 April 2026, menjelaskan bahwa pihaknya memilih untuk lebih berhati-hati. "Di tengah banyaknya ketidakpastian yang sedang terjadi dan keadaan geopolitik yang tengah bergejolak di beberapa belahan dunia, Bank Neo Commerce terus berupaya menjalankan bisnis dengan baik dan tetap memperhatikan tata kelola. Kami fokus untuk mendorong pertumbuhan kredit di segmen digital retail secara hati-hati dan memperkuat ekosistem digital kami. Kami terus berupaya untuk melanjutkan tren kinerja yang positif ke depan yang terbukti dengan raihan laba sebesar Rp136,98 miliar yang berhasil kami catatkan di kuartal pertama pada 2026 ini," ujarnya. Kehati-hatian itu tercermin dari kualitas kredit yang terjaga. Rasio Non Performing Loan (NPL) neto BNC hanya sebesar 0,43 persen, menandakan bahwa bank mampu memitigasi risiko pembiayaan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

Aset dan Rasio Keuangan yang Solid

Total aset BNC tumbuh menjadi Rp18,34 triliun, meningkat dari Rp18,17 triliun pada Maret 2025. Dari sisi efisiensi, rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berada di angka 83,68 persen. Sementara itu, Cost to Income Ratio (CIR) tercatat sebesar 32,93 persen, dan Net Interest Margin (NIM) berada di posisi 13,50 persen. Modal bank juga tergolong sangat kuat. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) melonjak signifikan menjadi 50,60 persen, dibandingkan 35,81 persen pada kuartal I-2025. Peningkatan ini terutama didorong oleh akumulasi laba bersih. Dengan permodalan yang kokoh dan likuiditas yang memadai, BNC dinilai memiliki ruang gerak yang cukup untuk melakukan ekspansi bisnis ke depan. Eri Budiono kembali menegaskan optimisme manajemen. "Bank Neo Commerce kembali membuktikan dapat mencatatkan raihan laba yang baik di kuartal I-2026 yang melebihi dari target yang sudah kami tetapkan. Kami berterima kasih atas kepercayaan nasabah setia, pemegang saham, dan tentunya Neobankers yang telah bekerja keras, melakukan tata kelola yang baik, serta melaksanakan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis. Kami optimistis untuk tetap dapat meneruskan tren kinerja yang positif di sepanjang 2026 ini, melanjutkan pencapaian positif yang telah BNC catatkan dalam satu atau dua tahun terakhir," jelasnya.

Inovasi Layanan dan Pengakuan Pasar

Di luar angka-angka keuangan, BNC juga tengah mempersiapkan layanan baru. Salah satu inovasi yang sedang digarap adalah layanan Buy Now Pay Later (BNPL) yang direncanakan rilis pada tahun ini. Layanan ini dirancang untuk memperluas akses pembiayaan yang aman, terukur, dan relevan dengan kebutuhan nasabah. Kabar baik juga datang dari performa saham BBYB di bursa. Saham bank digital ini resmi menjadi anggota baru Indeks Economic 30 yang mulai berlaku pada 2 Maret 2026 lalu. Pencapaian ini dinilai sebagai cerminan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap prospek perseroan. "Masuknya BBYB dalam indeks tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kinerja dan prospek Perseroan yang secara konsisten mencatatkan kinerja keuangan dan bisnis yang meyakinkan. Ini ditandai dengan raihan laba bersih Rp565,69 miliar di sepanjang 2025, dilanjutkan dengan raihan laba bersih di kuartal I-2026 sebesar Rp136,98 miliar, dengan rasio-rasio keuangan yang stabil dan terjaga. Tentu, ini memperkuat posisi BNC sebagai salah satu bank dengan layanan digital yang semakin diperhitungkan di industri perbankan nasional seiring meningkatnya kepercayaan berbagai stakeholders kepada Bank Neo Commerce," ungkap Eri.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler