Korban Tewas Kecelakaan Beruntun di Stasiun Bekasi Timur Bertambah Jadi 16 Orang

- Rabu, 29 April 2026 | 08:00 WIB
Korban Tewas Kecelakaan Beruntun di Stasiun Bekasi Timur Bertambah Jadi 16 Orang
PARADAPOS.COM - KAI mengonfirmasi bahwa jumlah korban tewas dalam tragedi kecelakaan beruntun yang melibatkan KRL, KA Argo Bromo Anggrek, dan sebuah taksi online di Stasiun Bekasi Timur kini mencapai 16 orang. Korban terbaru adalah seorang perempuan berusia 25 tahun bernama Mia Citra, yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSUD Bekasi. Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 29 April 2026, dan hingga saat ini masih dalam penyelidikan intensif Polda Metro Jaya.

Korban Meninggal Bertambah Satu Orang

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan kabar duka tersebut kepada wartawan pada Rabu sore. “Kami sampaikan bahwa hari ini satu korban yang sebelumnya dirawat intensif telah meninggal dunia. Atas nama Mia Citra,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kami turut berduka dan berbelasungkawa bahwa penumpang atas nama Mia Citra meninggal dunia di RSUD Bekasi.” Mia Citra sempat mendapatkan perawatan di ruang ICU pascakecelakaan, namun nyawanya tak tertolong. Direktur Utama RSUD Bekasi, Ellya Niken Prastiwi, membenarkan kabar tersebut. “Hari ini, per hari ini, pasien yang dirawat di kami adalah ada 22. Satu baru datang tadi di IGD. 22 ini, yang di ICU ada tiga dan, qadarullah, satu baru saja meninggal,” katanya.

Kronologi Kecelakaan yang Memakan Banyak Korban

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa secara komprehensif. “Pertama, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban. Saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” jelasnya kepada awak media. Berdasarkan penyelidikan awal, kejadian bermula dari sebuah taksi online yang mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur. Kondisi tersebut menghambat laju KRL yang melintas dan memicu gangguan operasional. “Tidak lama kemudian, rangkaian KRL yang sempat berhenti itu ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek yang tengah melaju dari arah Surabaya Pasar Turi,” ujarnya. Benturan keras yang terjadi menyebabkan kerusakan parah pada rangkaian kereta serta menimbulkan banyak korban. Dari total 106 korban, sebanyak 90 orang mengalami luka-luka. Sebanyak 44 korban telah diperbolehkan pulang, sementara 46 lainnya masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.

Penyelidikan Polisi dan Dugaan Penyebab

Pihak kepolisian masih menelusuri berbagai kemungkinan penyebab kecelakaan, termasuk dugaan kelalaian manusia maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional kereta api. “Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan olah TKP,” papar Budi. Pemeriksaan terhadap sopir taksi online serta masinis kereta juga akan dilakukan untuk memperjelas kronologi dan tanggung jawab dalam insiden ini. Selain penyidikan, Polda Metro Jaya juga memberikan pendampingan medis dan psikologis bagi korban serta keluarga yang terdampak. Polisi turut mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan foto atau video korban demi menjaga kondisi psikologis keluarga. “Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api dan selalu mendahulukan perjalanan kereta,” imbaunya.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar