Mobil Land Cruiser Wisatawan Parkir Mepet Rel, Perjalanan KA Bathara Kresna di Solo Terhenti

- Rabu, 29 April 2026 | 01:25 WIB
Mobil Land Cruiser Wisatawan Parkir Mepet Rel, Perjalanan KA Bathara Kresna di Solo Terhenti
PARADAPOS.COM - Sebuah insiden di Kota Solo menarik perhatian warganet setelah Kereta Api Bathara Kresna terpaksa menghentikan lajunya di Jalan Slamet Riyadi, Selasa siang (28/4). Penyebabnya, sebuah mobil Toyota Land Cruiser milik wisatawan asal Jakarta terparkir terlalu mepet dengan rel, menghalangi jalur kereta yang tengah melaju dari arah Wonogiri menuju Stasiun Purwosari. Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo, Taufiq Muhammad, mengonfirmasi bahwa kejadian ini berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB dan langsung ditangani oleh tim derek di lapangan.

Mobil Land Cruiser Parkir Mepet Rel, Perjalanan KA Terganggu

Peristiwa ini bermula saat petugas dari tim derek Dishub Solo menerima laporan adanya hambatan di lintasan rel. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan sebuah Toyota Land Cruiser dengan nomor polisi luar daerah yang posisi parkirnya dinilai kurang maju. Akibatnya, bagian belakang kendaraan tersebut menjorok ke area jalur kereta api. “Tadi laporan dari teman-teman tim derek, ada mobil yang parkirnya kurang maju. Jadi bagian belakangnya itu kalau keretanya lewat masih kena (berpotensi tertemper). (Yang melebihi ada berapa?) Satu, yang itu Land Cruiser itu ya,” ujar Taufiq saat dihubungi. KA Bathara Kresna yang melintas pun harus berhenti sejenak untuk mengantisipasi risiko tabrakan. Langkah penghentian ini diambil atas permintaan operator kereta api guna memberi ruang bagi proses evakuasi kendaraan.

Pemilik Sedang Berkunjung, Jukir Belum Berjaga

Saat kejadian berlangsung, pemilik mobil tidak berada di lokasi. Berdasarkan penelusuran petugas, kendaraan tersebut diparkir oleh seorang wisatawan yang sedang berkunjung ke Kampung Batik Kauman, salah satu destinasi wisata ikonik di Solo. Ironisnya, mobil itu diparkir di waktu ketika petugas juru parkir (jukir) belum mulai bertugas di pos tersebut. “Tadi dari pihak operator kereta meminta penghentian untuk penderekan mobil itu. Tapi (unitnya) tidak dibawa ke kantor Dishub, hanya dipindahkan posisi parkirnya. Itu milik tamu wisatawan yang berkunjung ke Kampung Batik Kauman,” ungkapnya. Alih-alih dibawa ke kantor Dishub, tim derek hanya memindahkan posisi mobil tersebut ke tempat yang lebih aman. Langkah ini diambil karena pemilik tidak dapat dihubungi secara langsung saat insiden terjadi.

Pelajaran dari Insiden Parkir di Dekat Rel

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran pengendara, terutama di kawasan yang berdekatan dengan jalur kereta api. Meski tidak ada korban jiwa maupun kerusakan berarti, kejadian semacam ini berpotensi mengganggu jadwal perjalanan kereta dan membahayakan keselamatan. Dishub Solo pun mengimbau para pengunjung, khususnya wisatawan yang tidak familiar dengan tata kota Solo, untuk lebih memperhatikan rambu dan petunjuk parkir yang tersedia. Kehadiran juru parkir di titik-titik rawan juga dinilai perlu diperketat guna mencegah insiden serupa terulang kembali.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler