Mahfud MD Soroti Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi dan Istilah "Termul"
Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD kembali menyoroti dua isu politik yang ramai diperbincangkan publik. Setelah sebelumnya mengomentari kasus dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh), kini Mahfud angkat bicara mengenai tuduhan ijazah palsu yang dialamatkan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Mahfud MD: Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi Sudah Jelas Jawabannya
Mahfud MD menyatakan bahwa persoalan tuduhan ijazah palsu Jokowi yang digaungkan oleh Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifa sebenarnya sudah memiliki kejelasan. Mantan Menko Polhukam ini mengungkapkan kelelahannya menyaksikan tuduhan yang terus digembar-gemborkan seolah benar adanya.
"Kita tahu apa jawaban UGM, kita tahu bagaimana jalannya pengadilan, bagaimana Bareskrim Polri menangani ini. Kita semuanya sudah bisa menyimpulkan secara rasional," tegas Mahfud dalam channel YouTube resminya.
Kekhawatiran Mahfud atas Polarisasi Politik dan Istilah "Termul"
Mahfud mengaku sedih dengan meningkatnya polarisasi politik pasca Pemilu 2024. Dia menyoroti munculnya istilah baru "Termul" (Ternak Mulyono) yang dinilainya sangat menghina.
"Saya sedih dengan istilah ternak ini. Dalam Al Quran, ternak adalah manusia yang paling jelek. Jadi kalau orang disebut ternak, itu adalah sehina-hinanya manusia," jelas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.
Mahfud mengingatkan bahwa istilah-istilah serupa pernah muncul sebelumnya seperti 'cebong' dan 'kampret' pada 2014, namun berhasil mereda setelah Jokowi dan Prabowo Subianto bergabung dalam satu kabinet pada 2019.
Artikel Terkait
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Kondisi Terkini
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt ke Perminas
Hotman Paris Bantu Kasus Es Gabus Suderajat: Perempuan Pemicu Viral Dicari Netizen
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Klarifikasi Resmi dan Kronologi Lengkap