Terungkap! Modus Pencurian Museum Louvre Paris Lewat Jendela Lantai Atas
Dua pelaku pencurian di Museum Louvre, Paris, telah mengakui perbuatan mereka. Kedua pria yang kini ditahan tersebut diduga membobol museum terkenal dunia itu melalui sebuah jendela di lantai atas, sementara dua orang lainnya menunggu di jalan.
Kronologi Pencurian di Galeri Apollo Louvre
Peristiwa pencurian ini terjadi pada pagi hari tanggal 19 Oktober, tepatnya di Galeri Apollo yang menjadi rumah bagi Permata Mahkota Prancis. Kejadian ini berhasil mengungkap adanya celah keamanan yang serius di museum paling banyak dikunjungi di dunia tersebut.
Pengakuan Pelaku dan Dugaan Jaringan yang Lebih Besar
Jaksa Paris, Laure Beccuau, dalam konferensi persnya mengonfirmasi bahwa kedua pria yang ditahan telah mengakui sebagian keterlibatan mereka. Beccuau juga menyatakan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya kelompok yang lebih besar di balik aksi ini, termasuk orang yang memerintahkan pencurian dan calon penerima perhiasan curian. Namun, hingga tahap ini, belum ada bukti yang mengarah pada keterlibatan orang dalam museum.
Barang Bukti dan Harapan Pengembalian
Sayangnya, hingga laporan ini dibuat, perhiasan-perhiasan bernilai tinggi hasil curian tersebut masih belum ditemukan. Jaksa Beccuau menyatakan harapannya agar barang-barang bersejarah itu dapat segera ditemukan dan dikembalikan ke Museum Louvre.
Profil Pelaku dan Pencurian Terorganisir
Kedua pria yang ditahan berhasil diidentifikasi berkat jejak DNA yang mereka tinggalkan di TKP. Salah satu pelaku adalah warga negara Aljazair berusia 34 tahun yang berstatus pengangguran dan telah tinggal di Prancis sejak 2010. Ia ditangkap ketika berusaha menaiki pesawat menuju Aljazair. Pelaku lainnya, berusia 39 tahun, sebelumnya sudah berada dalam pengawasan pihak berwajib terkait kasus pencurian dengan pemberatan.
Kedua pria yang tinggal di daerah Aubervilliers, pinggiran kota Paris ini, akan menjalani penyelidikan formal atas dugaan tindak pidana pencurian terorganisir.
Modus Operandi dan Celah Keamanan Louvre
Para pencuri berhasil melarikan delapan benda berharga dengan total nilai diperkirakan mencapai $102 juta atau setara miliaran rupiah. Modus yang digunakan adalah dengan mencuri truk lift dua minggu sebelum aksi untuk mengakses balkon luar museum, kemudian memecahkan jendela untuk masuk.
Yang mengejutkan, sistem kamera keamanan museum gagal mendeteksi penyusupan ini dengan cepat, sehingga aksi perampokan yang hanya berlangsung 6-7 menit itu berhasil dilakukan. Celah keamanan ini memaksa pihak museum untuk memindahkan beberapa koleksi permata paling berharganya ke Bank of France dengan pengawalan ketat polisi rahasia.
Artikel Terkait
Aktivis Kampus dan HAM Terancam, dari Intimidasi Digital hingga Serangan Air Keras
Syekh Ahmad Al Misry Jadi Sorotan Terkait Inisial SAM dalam Laporan Pelecehan Seksual
Kapolda NTT Copot Dirresnarkoba Terkait Dugaan Pemerasan Rp375 Juta
Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Picu Perdebatan Norma di Media Sosial