KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh: Publik Diminta Kawal Penyidikan
Upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam melakukan penyelidikan dugaan korupsi pada proyek kereta cepat Whoosh dinilai perlu mendapatkan pengawasan ketat dari publik. Pengawasan ini penting untuk memastikan proses hukum tidak berhenti di tengah jalan sebelum mengungkap seluruh fakta.
Kekhawatiran tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti. Ia menyoroti potensi kasus dugaan markup anggaran proyek Whoosh ini berakhir tanpa ada aktor intelektual yang dapat dijerat hukum.
Ray Rangkuti menjelaskan bahwa KPK berwenang untuk langsung meningkatkan status kasus ke tahap penyidikan dan menetapkan tersangka. Namun, kekhawatiran terbesarnya adalah proses ini hanya terbatas pada pelaku di level tertentu tanpa menyentuh pihak-pihak utama yang diduga terlibat.
Selain itu, terdapat kekhawatiran lain bahwa kasus Whoosh ini bisa mandek dengan kesimpulan tidak ditemukannya pelanggaran hukum selama proses penyelidikan oleh KPK. Padahal, menurut Ray, berbagai sinyalemen yang beredar di masyarakat, termasuk yang menyebutkan keterlibatan mantan Presiden Jokowi, terlihat cukup masuk akal untuk ditindaklanjuti secara serius.
Dengan demikian, peran serta masyarakat dalam mengawal proses hukum ini dianggap krusial untuk mendorong transparansi dan keadilan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia, khususnya pada proyek-proyek strategis nasional.
Artikel Terkait
Bappenas: Program Makan Bergizi (MBG) Lebih Mendesak Daripada Buka Lapangan Kerja, Ini Alasannya
Kasus Es Gabus Spons: Analisis Lengkap Pro Kontra Firdaus Oiwobo vs Susno Duadji
Babinsa Serda Heri Dihukum 21 Hari: Kronologi Tuduhan Es Gabus Spons ke Pedagang
Anwar Abbas Peringatkan Prabowo: Waspada Siasat Israel-AS di Dewan Perdamaian Gaza