Kejadian tersebut bermula pada demonstrasi mahasiswa menolak keberadaan pengungsi Rohingya di Aceh.
Namun aksi mahasiswa berubah menjadi ricuh ketika mereka masuk ke basement gedung, tempat para pengungsi Rohingya berada. Bahkan, beberapa mahasiswa melakukan penarikan paksa terhadap pengungsi, termasuk anak-anak dan wanita di dalamnya.
Kejadian kontroversial ini tidak hanya memicu reaksi dalam negeri tetapi juga mendapat perhatian dari luar negeri.
Salah satu tanggapan menonjol berasal dari Hebh Jamal, seorang jurnalis keturunan Palestina yang tinggal di Jerman dan New York.
Melalui Instagram Stories-nya, Jamal menyatakan kekecewaannya terhadap perlakuan terhadap pengungsi Rohingya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: aboutmalang.com
Artikel Terkait
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Kondisi Terkini
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt ke Perminas
Hotman Paris Bantu Kasus Es Gabus Suderajat: Perempuan Pemicu Viral Dicari Netizen
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Klarifikasi Resmi dan Kronologi Lengkap