Oknum Polisi di Ende Aniaya Warga Disabilitas Tunarungu Hingga Tewas
Ende - Seorang oknum polisi berinisial Bripda OSC diduga menganiaya warga disabilitas (tunarungu dan tunawicara) berinisial AD (38) hingga tewas di Kabupaten Ende. Korban yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek ini meninggal setelah mengalami penganiayaan fisik.
Kronologi Penganiayaan oleh Oknum Polisi
Insiden tragis ini terjadi pada Rabu (29/10/2025) malam di Jalan Sam Ratulangi, Woloweku, Ende Timur. Menurut informasi, baik korban maupun pelaku sama-sama menghadiri sebuah acara dan berada di bawah pengaruh minuman keras. Keduanya sempat terlibat adu mulut sebelum berujung pada penganiayaan fisik oleh Bripda Oscar, anggota Polri aktif yang bertugas di Polres Ende.
Kondisi Korban dan Upaya Penyelamatan
Setelah kejadian penganiayaan, korban segera dilarikan ke RSUD Ende sekitar pukul 11.00 WITA untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawa Paulus Pende tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (30/10/2025) sore.
Profil Korban dan Duka Keluarga
Korban, Paulus Pende, adalah penyandang disabilitas tunarungu dan tunawicara yang berasal dari Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah. Meski memiliki keterbatasan, ia dikenal sebagai pribadi yang humoris, baik, dan mudah bergaul di lingkungannya.
Antonius Kapo, paman kandung korban, mengungkapkan kesedihan mendalam keluarga. "Korban ini telinga pekak, tidak bisa bicara, tapi selama almarhum masih hidup, komunikasi dengan kami baik, akrab sekali dengan keluarga maupun teman-temannya," ujarnya.
Tuntutan Keluarga dan Proses Hukum
Keluarga korban yang tengah berduka menuntut agar oknum polisi pelaku penganiayaan dihukum seberat-beratnya, bahkan hingga hukuman mati. Saat ini, Bripda OSC telah diamankan dan ditahan di sel tahanan Mapolres Ende untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kapolres Ende, AKBP I Gede Ngurah Joni Mahardika, telah mengunjungi rumah korban sebagai bentuk perhatian. Jenazah Paulus Pende alias Adi rencananya akan dimakamkan pada Sabtu (1/11/2025) setelah menunggu kedatangan istri dan dua anaknya dari Kalimantan.
Artikel Terkait
Laporan Investigasi Ungkap Kegagalan Strategis AS dalam Operasi Militer ke Iran
Muadzin Meninggal Saat Salat Tarawih di Depok, Didahului Riwayat Penyakit Jantung
TNI AU Koordinasikan Penyidikan Video Dugaan Peredaran Tramadol di Dekat Markas
MK Tolak Gugatan Roy Suryo Cs Terkait Pasal Pencemaran Nama Baik