Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Temukan Alat Pelacak di Mobil, Warganet Justru Soroti Kepemilikan Fortuner

- Senin, 15 Juni 2026 | 04:50 WIB
Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Temukan Alat Pelacak di Mobil, Warganet Justru Soroti Kepemilikan Fortuner
PARADAPOS.COM - Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada periode 2025, Tiyo Ardianto, kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu, 14 Juni 2026, ia mengunggah sebuah video yang memperlihatkan temuan alat pelacak atau tracker di bawah mobil yang ia gunakan di kawasan Gejayan, Yogyakarta. Tiyo menduga pemasangan alat tersebut merupakan bentuk teror atas aktivitas kritiknya terhadap pemerintah. Namun, alih-alih mendapat simpati, unggahan itu justru menuai keraguan dan kritik tajam dari warganet, terutama terkait kepemilikan mobil mewah Toyota Fortuner yang ia kendarai.

Kronologi Temuan Alat Pelacak

Dalam video yang diunggahnya, Tiyo memperlihatkan sebuah perangkat kecil berjenis PBX Finder yang ditemukan menempel di bagian bawah kendaraan. Ia mengaku mengetahui keberadaan alat itu setelah ponselnya menerima notifikasi mencurigakan secara otomatis. "Teman-teman sekalian, bisa dilihat, ini adalah alat pelacak yang namanya PBX Finder. Saya tahu ini karena muncul di notifikasi ponsel saya. Kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan. Dipasang entah oleh siapa," ujarnya dalam video yang beredar. Menurut penuturannya, kejadian bermula saat ia mengikuti aksi pergerakan di kawasan Gejayan, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, pada Sabtu, 13 Juni 2026. Setelah meninggalkan lokasi, notifikasi otomatis di ponselnya mendeteksi adanya perangkat yang bergerak bersamanya. Ia pun langsung mencurigai ada yang tidak beres. Tiyo menduga kuat bahwa pemasangan alat pelacak ini merupakan upaya teror dan intimidasi yang berkaitan dengan aktivitasnya yang vokal mengkritik kebijakan pemerintah. "Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa dengan ketulusan cinta justru dibalas dengan ancaman dan mara bahaya," katanya dengan nada prihatin. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian maupun otoritas keamanan setempat belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden tersebut. Suasana di sekitar kampus UGM sendiri tampak tenang, tanpa ada pengamanan khusus yang terlihat.

Reaksi Netizen: Sorotan Tajam pada Mobil Fortuner dan Beasiswa KIP

Alih-alih mendapat dukungan, unggahan Tiyo justru memicu gelombang skeptisisme di kalangan warganet. Banyak yang mempertanyakan asal-usul mobil Toyota Fortuner yang ia gunakan, mengingat statusnya sebagai mahasiswa yang dikaitkan dengan penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar atau KIP. Beberapa komentar viral pun membanjiri kolom diskusi. "Tiyo Ardianto mobilnya Toyota Fortuner: Uang darimana? Cuma nanya," tulis akun @gustiajudewi. Sementara itu, @adv_modifikasi bertanya, "Apakah dana KIP sebanyak itu?" Tak ketinggalan, @anindyadanbunda menimpali dengan singkat, "Beasiswa KIP, mobil Fortuner." Bahkan ada yang berseloroh, "Jangan-jangan bentar lagi punya apartement di Hyatt," balas @bundanekhay78. Alih-alih membahas alat pelacak, sebagian besar warganet justru menyangsikan kebenaran klaim Tiyo dan lebih fokus pada gaya hidupnya yang dianggap tidak sesuai dengan latar belakang seorang mahasiswa aktivis. Pertanyaan soal transparansi sumber daya pun mengemuka di berbagai platform.

Konteks Aktivisme dan Kontroversi

Tiyo Ardianto bukanlah nama baru di panggung aktivisme mahasiswa. Ia dikenal sebagai sosok yang kerap menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah, termasuk merespons aksi penolakan di UGM dan isu-isu lain yang menyangkut kondisi mahasiswa. Kasus ini menambah daftar kontroversi seputar aktivis kampus dan transparansi penggunaan dana pendidikan. Sampai saat ini, Tiyo belum memberikan klarifikasi lebih lanjut soal kepemilikan atau pinjaman mobil Fortuner yang digunakan. Publik pun masih menunggu langkah selanjutnya, baik dari Tiyo maupun dari pihak berwenang, untuk mengusut tuntas kebenaran di balik temuan alat pelacak tersebut.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar