Kelebihan: Cocok untuk kendaraan niaga; tersedia banyak fasilitas pendukung seperti rumah makan dan SPBU; waktu tempuh sekitar 45 menit dari Krian ke pusat kota.
Kekurangan: Lebih ramai dengan kendaraan besar; beberapa ruas jalan masih perlu ekstra hati-hati.
3. Jalur Alternatif Sidoarjo via Jalan Lingkar Timur
Jalur Lingkar Timur Sidoarjo menghubungkan kawasan Porong, Tanggulangin, hingga Buduran. Dibangun sebagai solusi kemacetan dalam kota, jalur ini memberikan akses langsung menuju Bandara Juanda dan kawasan industri Rangkah Kidul.
Kelebihan: Infrastruktur modern dengan sistem drainase unggul; bebas dari titik macet seperti Pasar Larangan; kecepatan rata-rata 60-80 km/jam.
Kekurangan: Lebih cocok untuk perjalanan jarak menengah hingga panjang di sekitar Sidoarjo.
Manfaat Menggunakan Jalur Alternatif ke Sidoarjo
Penggunaan jalur alternatif tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga mendukung pemerataan ekonomi lokal. Rute-rute ini sering melewati kawasan pedesaan yang membuka peluang usaha baru, sekaligus memperlancar distribusi logistik ke kawasan industri.
Dengan memanfaatkan ketiga jalur alternatif ke Sidoarjo ini – Tol Waru-Gedangan, Krian-Buduran, dan Jalan Lingkar Timur – Anda dapat merencanakan perjalanan yang lebih efisien, baik untuk keperluan kerja maupun aktivitas lainnya di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya.
Artikel Terkait
Sally Siswi SMK Ciputat Hilang 1 Bulan: Kronologi Terakhir Naik Gojek ke Pool Bus
Teman Kuliah Jokowi di UGM Bantah Ijazah Palsu: Mengada-ada dan Penggiringan Opini
Tukang Es Gabus Viral Bohongi Dedi Mulyadi Soal Rumah, Ini Fakta yang Terungkap
Ayah Biologis Ressa Rizky Rosano: Fakta, Spekulasi Adjie Pangestu & Teuku Ryan