Program Makan Bergizi Gratis 3x Sehari untuk Siswa Sekolah Rakyat

- Selasa, 04 November 2025 | 03:10 WIB
Program Makan Bergizi Gratis 3x Sehari untuk Siswa Sekolah Rakyat

Siswa Sekolah Rakyat Dapat Jatah Makan Bergizi Gratis Tiga Kali Sehari

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengumumkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa Sekolah Rakyat yang tinggal di asrama. Program ini akan disediakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dengan frekuensi tiga kali makan utama dan dua kali snack setiap hari.

Kolaborasi Kemensos dan Badan Gizi Nasional

Selama ini, kebutuhan makan siswa asrama Sekolah Rakyat masih ditangani oleh Kementerian Sosial melalui penyedia katering. Ke depan, Kemensos akan bekerja sama secara resmi dengan BGN sebagai penyuplai makanan bergizi untuk program Sekolah Rakyat.

Sasaran Penerima Manfaat Sekolah Rakyat

Rekrutmen siswa Sekolah Rakyat akan mencakup jenjang pendidikan dari SD hingga SMA. Prioritas diberikan kepada anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan keluarga miskin. Para siswa akan tinggal di asrama yang disediakan negara dan dipisahkan dari orang tua untuk mendapatkan pengasuhan dan pendidikan yang optimal.

Strategi Pemutusan Rantai Kemiskinan

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi. Data survei pemerintah menunjukkan bahwa 64,4% anak dari orang tua miskin berpotensi besar mengalami kemiskinan di masa depan. Melalui program ini, negara hadir langsung untuk mencegah siklus tersebut.

Ekspansi dan Target Pembangunan

Pemerintah menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat baru setiap tahun secara bertahap. Dalam lima tahun ke depan, ditargetkan akan berdiri 500 Sekolah Rakyat di wilayah-wilayah dengan tingkat ekonomi masyarakat paling lemah. Program ini juga diarahkan untuk menjangkau lapisan masyarakat menengah bawah.

Visi Pendidikan dan Pemberdayaan

Sekolah Rakyat dirancang sebagai institusi pendidikan yang membangkitkan rasa percaya diri dan memberikan pendidikan terbaik. Tujuannya adalah memastikan generasi muda Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan global, sekaligus memutus mata rantai kemiskinan melalui intervensi pendidikan dan pemberdayaan yang komprehensif.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar