Satgas Armuzna Sisir Kesiapan Sarana di Arafah Jelang Puncak Haji, Temukan Markas Ganda

- Selasa, 05 Mei 2026 | 03:50 WIB
Satgas Armuzna Sisir Kesiapan Sarana di Arafah Jelang Puncak Haji, Temukan Markas Ganda
PARADAPOS.COM - Satuan Tugas Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) mulai menyisir kesiapan sarana dan prasarana di area wukuf Arafah. Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan serta keamanan calon jemaah haji Indonesia saat menjalani puncak ibadah pada 9 Dzulhijjah mendatang. Kepala Satuan Operasi Armuzna, Surnadi, memimpin langsung peninjauan di titik-titik strategis Padang Arafah, dengan fokus pada kedudukan markas jemaah, rute murur, dan jalur evakuasi di 10 sektor adhoc.

Pengecekan Markas dan Sarana Pendukung

Di lapangan, tim menemukan sejumlah maktab (markas) yang terindikasi ganda. Temuan ini akan ditinjau ulang untuk memastikan ketepatannya. “Kami cek di lapangan ada beberapa maktap yang ada double. Nanti ke depan kami akan tinjau lagi kebenarannya,” kata Surnadi. Selain itu, tim satgas juga mencatat perlunya peninjauan ulang posisi markas tertentu bersama pihak syarikah. Kelancaran bus Taradudi menjadi perhatian serius demi menjamin mobilisasi jemaah pada hari puncak wukuf berjalan tanpa hambatan.

Kondisi Sarana dan Kesiapan Petugas

Pengecekan berlanjut ke dalam area untuk melihat kesiapan alat dan sarana prasarana. “Kami lanjut tinjau ke dalamnya bagaimana kesiapan alat atau sarana prasarananya, tendanya, kemudian kasurnya, bantalnya, MCK-nya, airnya, dan lain sebagainya. Kami tadi lihat sudah lebih ada peningkatan dari tahun-tahun yang lalu,” ujar Surnadi. Sebanyak 586 petugas akan diterjunkan dengan kekuatan penuh mulai 7 Dzulhijjah waktu Arab Saudi. Mereka akan mengawal empat pilar utama, yaitu akomodasi, konsumsi, transportasi, dan layanan kesehatan di setiap sektor. Persiapan ini menjadi kunci untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan aman bagi jemaah.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar