Penembakan di Dekat National Mall Picu Lockdown Gedung Putih, Pelaku Dilumpuhkan Secret Service

- Selasa, 05 Mei 2026 | 03:50 WIB
Penembakan di Dekat National Mall Picu Lockdown Gedung Putih, Pelaku Dilumpuhkan Secret Service
PARADAPOS.COM - Gedung Putih sempat menjalani prosedur lockdown darurat pada Senin, 4 Mei 2026, setelah insiden penembakan terjadi di kawasan National Mall, Washington DC. Peristiwa ini berlangsung hanya beberapa saat setelah konvoi Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, melintasi area tersebut. Secret Service bergerak cepat melumpuhkan seorang pria bersenjata yang diduga menjadi pelaku, sementara seorang remaja dilaporkan mengalami luka ringan akibat kejadian ini. Hingga saat ini, pihak berwenang masih menyelidiki motif di balik serangan tersebut dan belum menyimpulkan apakah Wakil Presiden menjadi sasaran utama.

Kronologi di Lapangan: Dari Patroli hingga Tembak-menembak

Suasana di pusat kota Washington DC berubah mencekam ketika petugas Secret Service mengidentifikasi seorang pria yang membawa senjata api di area publik. Wakil Direktur Secret Service, Matthew Quinn, menjelaskan bahwa saat petugas mencoba mendekati untuk pemeriksaan rutin, pria tersebut justru berusaha melarikan diri. “Pria itu kabur dengan berjalan kaki setelah didekati petugas. Ia kemudian mengeluarkan senjatanya dan melepaskan tembakan,” ungkap Quinn dalam konferensi pers. Agen di lapangan langsung merespons dengan membalas tembakan dan berhasil melumpuhkan tersangka. Pelaku segera dilarikan ke rumah sakit, meskipun kondisi terkini pria tersebut belum dikonfirmasi lebih lanjut. Di tengah kekacauan itu, seorang remaja yang kebetulan berada di sekitar lokasi dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.

Posisi Wapres JD Vance dan Fokus Investigasi

Meskipun kronologi waktu menunjukkan bahwa penembakan terjadi tak lama setelah konvoi JD Vance melintas, para penyelidik masih berhati-hati dalam menarik kesimpulan. Quinn menegaskan bahwa belum ada bukti kuat yang mengarahkan dugaan bahwa Wakil Presiden adalah target utama. “Kecil kemungkinan (Wapres) menjadi target, namun saya tidak ingin berspekulasi apakah ini ditujukan kepada Presiden atau tidak. Kami akan mendalaminya,” jelas Quinn saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai keterkaitan insiden ini dengan rentetan ancaman terhadap pejabat tinggi negara dalam beberapa pekan terakhir. Suasana di sekitar kompleks kepresidenan sempat tegang selama beberapa jam. Petugas bersenjata lengkap berjaga di setiap sudut, sementara lalu lintas di kawasan National Mall dialihkan untuk kepentingan investigasi. Kejadian ini kembali menyoroti celah keamanan di ibu kota AS yang belakangan memang kerap diuji oleh berbagai insiden serupa.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar