PARADAPOS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang menyusul dugaan wabah hantavirus di sebuah kapal pesiar asal Belanda yang berlayar di Samudra Atlantik. Peristiwa ini telah menewaskan tiga orang dan menyebabkan tiga lainnya jatuh sakit. WHO menegaskan bahwa risiko kesehatan terkait dugaan wabah ini tergolong rendah bagi masyarakat luas. Badan kesehatan PBB tersebut telah mengonfirmasi satu kasus positif hantavirus—penyakit yang ditularkan hewan pengerat dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan fatal—sementara lima kasus lain masih dalam status dugaan.
Kapal pesiar yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions itu berangkat dari Argentina tiga pekan lalu menuju Kepulauan Canary. Namun, berdasarkan laporan WHO, kapal tersebut kini tengah berlabuh di lepas pantai Cabo Verde, Afrika Barat. Suasana di atas kapal dilaporkan tegang, terutama setelah satu penumpang harus dirawat intensif di Johannesburg dan dua awak kapal membutuhkan penanganan medis darurat di lokasi.
Korban dan Tindakan Medis
Media Inggris mengidentifikasi salah satu pasien yang sakit sebagai warga negara Inggris berusia 69 tahun. Sementara itu, dua dari tiga korban meninggal dunia disebut-sebut sebagai pasangan asal Belanda. Operator kapal pesiar Belanda itu mengonfirmasi bahwa satu penumpang saat ini berada di unit perawatan intensif di Johannesburg, Afrika Selatan, sedangkan dua awak kapal lainnya masih memerlukan perawatan medis mendesak di atas kapal.
“Lembaga kami bertindak dengan segera dan bekerja sama dengan negara-negara terkait untuk mendukung perawatan medis, evakuasi, investigasi, serta penilaian risiko kesehatan masyarakat,” ujar Direktur Regional WHO untuk Eropa, Hans Henri P. Kluge.
Risiko Rendah dan Imbauan Tenang
Meski situasi di kapal cukup serius, Kluge menegaskan bahwa risiko bagi publik secara lebih luas tetap rendah. “Tidak perlu panik atau memberlakukan pembatasan perjalanan,” katanya. Pernyataan ini disampaikan untuk meredakan kekhawatiran yang mungkin muncul di kalangan masyarakat umum, mengingat hantavirus bukanlah penyakit yang mudah menular antarmanusia.
Hantavirus umumnya tertular setelah seseorang bersentuhan dengan kotoran atau urine hewan pengerat yang terinfeksi. Kasus penularan dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi, sehingga risiko penyebaran luas dianggap minimal. Meski demikian, WHO tetap memantau perkembangan situasi dengan cermat.
Evakuasi dan Tanggung Jawab Kapal
Kementerian Luar Negeri Belanda dalam pernyataannya mengatakan sedang meninjau “kemungkinan evakuasi medis bagi beberapa penumpang.” Namun, untuk saat ini, tanggung jawab atas “perawatan langsung” para penumpang masih berada di tangan pemilik kapal. Langkah evakuasi masih dalam pembahasan, mengingat koordinasi lintas negara diperlukan untuk memindahkan pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.
Di tengah ketidakpastian ini, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan, namun tidak perlu berlebihan. Fokus utama saat ini adalah memastikan para korban mendapatkan perawatan terbaik dan mencegah meluasnya wabah di lingkungan kapal yang terbatas.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Turunkan Ambang Batas Restitusi PPN Jadi Rp1 Miliar, BPKP Audit Sektor Batu Bara
Satgas Armuzna Sisir Kesiapan Sarana di Arafah Jelang Puncak Haji, Temukan Markas Ganda
Wakil Ketua Umum PSI Bro Ron Dipukuli di Dalam Ruangan, Diduga Terkait Kasus Penggelapan Miliaran Rupiah
BMKG Proyeksikan El Niño Lemah-Sedang Mulai Mei 2026, Ancaman Kekeringan dan Kebakaran Hutan Mengintai Kawasan Konservasi