Polda Metro Jaya Selamatkan Empat Anak Korban Perdagangan Orang ke Sumatera

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 11:25 WIB
Polda Metro Jaya Selamatkan Empat Anak Korban Perdagangan Orang ke Sumatera

PARADAPOS.COM - Polda Metro Jaya berhasil menyelamatkan empat anak yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Keempat anak tersebut diduga dijual ke wilayah pedalaman di Sumatera sebelum akhirnya dievakuasi dan dibawa kembali ke Jakarta. Dalam operasi yang melibatkan tim gabungan, polisi juga menetapkan sepuluh orang sebagai tersangka dari sindikat yang diduga bertanggung jawab.

Penyelamatan dan Pemulihan Korban

Setelah berhasil dievakuasi dari Sumatera, keempat anak korban TPPO itu segera menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh di Jakarta. Pemeriksaan ini mencakup kondisi fisik dan psikologis untuk memastikan dampak yang mereka alami dapat ditangani dengan tepat.

Kombes Iman Imanuddin, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa tim gabungan dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat dan Direktorat TPPO Polda Metro Jaya telah melakukan langkah awal pemulihan. "Kepada anak yang sudah diselamatkan pada saat proses penyelamatan... kami sudah melakukan pengecekan kesehatan terhadap anak tersebut," jelasnya.

Secara fisik, kondisi kesehatan anak-anak dinyatakan cukup baik oleh tim medis. Namun, pemantauan terhadap kesehatan psikis mereka masih terus dilakukan untuk memastikan pemulihan yang berkelanjutan.

"Alhamdulillah kondisi kesehatannya secara fisik dokter menyatakan cukup sehat. Kemudian untuk kesehatan psikologis juga kami terus lakukan pemantauan. Perkembangan saat ini terhadap anak yang dalam proses perawatan Dinas Sosial Provinsi DKI ini dalam kondisi yang sudah jauh lebih baik dari kondisi sebelumnya," ungkap Iman Imanuddin lebih lanjut.

Asal-Usul Korban dan Jaringan Tersangka

Sementara proses pemulihan berjalan, penyidik masih mendalami latar belakang dan dokumen identitas keempat korban. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Sipayung, mengungkapkan bahwa para korban berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa sebelum diduga diperdagangkan.

"Yang lain itu macam-macam, tapi seputaran Jawa. Si W itu "ngambil" dari daerah Jawa, tapi ambil ke tempat lain. Jadi asal-usulnya belum ada keterangan yang memang valid, hanya seputar Jawa "gitu"," tutur Arfan, menggambarkan kompleksitas jaringan yang sedang diusut.

Pengungkapan Sindikat dan Motif Penyelamatan

Operasi pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja sama Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat. Polisi telah menetapkan sepuluh orang sebagai tersangka, yang terdiri dari tujuh perempuan dan tiga laki-laki. Para tersangka tersebut diduga terbagi dalam tiga klaster operasi.

Dalam penjelasannya, Kombes Iman Imanuddin menekankan bahwa penyelamatan anak-anak ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga investasi untuk masa depan bangsa. Ia menyampaikan harapannya agar hak-hak dasar anak-anak tersebut dapat kembali terpenuhi.

"Kita sama-sama berdoa, semoga anak-anak ini tetap terus diberikan kesehatan dan memperoleh hak-haknya sebagai anak, sehingga investasi kita untuk anak-anak kita yang lebih sehat dan lebih berkualitas untuk ke depan, untuk kehidupan bangsa dan negara kita yang lebih baik lagi," ujarnya.

Kasus ini menyoroti kerentanan kelompok tertentu terhadap kejahatan perdagangan orang dan upaya aparat penegak hukum dalam melindungi korban, khususnya anak-anak, yang memerlukan pendekatan khusus baik dari sisi hukum maupun pemulihan trauma.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar