PARADAPOS.COM - Nasib ratusan pekerja Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) kini berada dalam ketidakpastian. Kekhawatiran ini muncul menyusul keputusan Kementerian Kehutanan yang mencabut izin pengelolaan lembaga konservasi dari Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT). Dengan status kepegawaian yang beragam, mulai dari tetap hingga kontrak, para karyawan yang terdiri dari tenaga medis hewan, penjaga satwa, hingga petugas kebersihan dan keamanan, mempertanyakan masa depan pekerjaan mereka di tengah proses transisi pengelolaan yang belum jelas.
Kekhawatiran di Balik Ketidakpastian
Ketidakjelasan ini bukan hanya soal tempat bekerja, tetapi menyangkut hajat hidup 124 pekerja dan keluarganya. Mereka saat ini masih terikat secara hukum dengan pengelola lama, sementara kepastian dari pengelola baru sama sekali belum terbentuk. Situasi ini menciptakan kecemasan yang mendalam, mengingat tanggung jawab dan komitmen mereka terhadap perawatan satwa selama ini tidak bisa serta-merta berhenti.
Ketua Serikat Pekerja Mandiri Derenten (SPMD) Bandung Zoo, Yaya Suhaya, mengungkapkan kebingungan yang dirasakan para staf. “Kalau melihat dasar-dasar untuk yang terkait aturannya atau segala macam, itu kan sekarang kita belum jelas,” tuturnya saat ditemui pada Minggu, 8 Februari 2026.
Janji Masa Transisi dan Pertanyaan Keberlanjutan
Di tengah kabar tak menentu, terdapat secercah informasi dari Pemerintah Kota Bandung. Otoritas setempat disebutkan berjanji akan menanggung gaji karyawan selama tiga bulan masa transisi. Meski demikian, janji ini justru memunculkan pertanyaan yang lebih besar di benak para pekerja. Masa tiga bulan akan berlalu dengan cepat, lalu apa yang terjadi setelahnya?
Yaya Suhaya menyuarakan kegelisahan yang menjadi pertanyaan bersama. “Setelah tiga bulan, kita mau kemana? Mau ngapain? Apakah langsung kita ditinggalkan? Itu yang kita tidak mau,” ujarnya dengan nada prihatin. Ia menegaskan bahwa harapan utama mereka adalah keberlanjutan kerja dengan segala hak yang seharusnya terpenuhi.
Suasana di sekitar kebun binatang pun turut mencerminkan keadaan ini. Meski aktivitas perawatan hewan tetap berjalan, nuansa was-was terasa di antara para pekerja yang telah bertahun-tahun mendedikasikan tenaga dan keahliannya. Mereka menunggu kepastian yang tidak hanya akan menentukan nasib ekonomi mereka, tetapi juga masa depan satwa-satwa yang menjadi tanggung jawab bersama.
Artikel Terkait
Inter Milan Hadapi Ujian Berat di Kandang Sassuolo untuk Pertahankan Puncak Klasemen
Filosofi Warna Merah dan Energi Kuda Api Warnai Perayaan Imlek 2026 di Jakarta
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembunuhan PPPK RSPAU di Bekasi
Kemenag Siapkan 96 Titik Pantau Hilal untuk Tentukan Awal Ramadan 2026