PARADAPOS.COM - Banjir bandang yang melanda Sungai Wonga Sue di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menyebabkan kerusakan parah dan mengancam keselamatan ratusan warga. Peristiwa yang terjadi di Kampung Kodidewa ini tidak hanya menghanyutkan dua rumah warga, tetapi juga mengubah alur sungai, mengisolasi dua kampung, dan memaksa puluhan keluarga untuk mengungsi mencari tempat yang lebih aman.
Dua Rumah Hanyut, Puluhan Lainnya Terancam
Derasnya arus banjir bandang di Sungai Wonga Sue tak hanya menggenangi wilayah, tetapi langsung menghantam pemukiman warga di bantaran sungai. Dua rumah dilaporkan hanyut terbawa arus deras yang datang tiba-tiba. Situasi di lokasi masih sangat mencemaskan, karena sembilan rumah lainnya terancam ambrol. Erosi yang terus terjadi di tebing sungai menggerus pondasi rumah-rumah tersebut, membuatnya rapuh dan berbahaya untuk ditinggali.
Menyikapi ancaman itu, sejumlah warga terpaksa meninggalkan rumah mereka. Mereka mengungsi ke rumah kerabat di wilayah Kelurahan Nangaroro yang dianggap lebih aman dari terjangan air.
Ratusan Warga Terdampak, Dua Kampung Terisolasi
Dampak bencana ini jauh lebih luas dari sekadar kerusakan fisik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo mencatat lebih dari 300 jiwa warga berisiko terdampak. Banjir bandang telah menyebabkan alur Sungai Wonga Sue melebar dan berubah, memperluas zona bahaya.
Bencana ini juga memutus akses transportasi vital. Dua kampung, yaitu Kopo Dako dan Odaute, kini terisolasi setelah jalan penghubungnya putus diterjang banjir. Isolasi ini tentu menyulitkan proses evakuasi dan distribusi bantuan jika diperlukan, sekaligus menambah beban psikologis warga yang terjebak di dalamnya.
Langkah Tanggap Darurat BPBD Nagekeo
Di tengah situasi yang serba tidak pasti ini, tim penanggulangan bencana telah bergerak cepat ke lokasi. Pihak BPBD Kabupaten Nagekeo telah turun langsung untuk menilai kerusakan dan mengkoordinasikan penanganan darurat.
“Kami telah melakukan pendataan kerusakan dan menyiapkan langkah penanganan darurat,” jelas perwakilan BPBD, menegaskan kesiapsiagaan institusi tersebut. Langkah-langkah prioritas di lapangan kemungkinan besar berfokus pada memastikan keselamatan warga, mengevakuasi mereka yang masih berada di zona berbahaya, serta memetakan kebutuhan mendesak untuk penanganan lebih lanjut.
Bencana di Nagekeo ini kembali mengingatkan kita akan kerentanan wilayah bantaran sungai terhadap fenomena cuaca ekstrem. Pemantauan intensif terhadap daerah aliran sungai dan kewaspadaan warga yang bermukim di sekitarnya menjadi kunci penting dalam mitigasi risiko serupa di masa depan.
Artikel Terkait
Inter Milan Hadapi Ujian Berat di Kandang Sassuolo untuk Pertahankan Puncak Klasemen
Filosofi Warna Merah dan Energi Kuda Api Warnai Perayaan Imlek 2026 di Jakarta
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembunuhan PPPK RSPAU di Bekasi
Kemenag Siapkan 96 Titik Pantau Hilal untuk Tentukan Awal Ramadan 2026