Banjir Bandang di Nagekeo Hanyutkan Dua Rumah dan Isolasi Dua Kampung

- Minggu, 08 Februari 2026 | 06:50 WIB
Banjir Bandang di Nagekeo Hanyutkan Dua Rumah dan Isolasi Dua Kampung

PARADAPOS.COM - Banjir bandang yang melanda Sungai Wonga Sue di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menyebabkan kerusakan parah dan mengancam keselamatan ratusan warga. Peristiwa yang terjadi di Kampung Kodidewa ini tidak hanya menghanyutkan dua rumah warga, tetapi juga mengubah alur sungai, mengisolasi dua kampung, dan memaksa puluhan keluarga untuk mengungsi mencari tempat yang lebih aman.

Dua Rumah Hanyut, Puluhan Lainnya Terancam

Derasnya arus banjir bandang di Sungai Wonga Sue tak hanya menggenangi wilayah, tetapi langsung menghantam pemukiman warga di bantaran sungai. Dua rumah dilaporkan hanyut terbawa arus deras yang datang tiba-tiba. Situasi di lokasi masih sangat mencemaskan, karena sembilan rumah lainnya terancam ambrol. Erosi yang terus terjadi di tebing sungai menggerus pondasi rumah-rumah tersebut, membuatnya rapuh dan berbahaya untuk ditinggali.

Menyikapi ancaman itu, sejumlah warga terpaksa meninggalkan rumah mereka. Mereka mengungsi ke rumah kerabat di wilayah Kelurahan Nangaroro yang dianggap lebih aman dari terjangan air.

Ratusan Warga Terdampak, Dua Kampung Terisolasi

Dampak bencana ini jauh lebih luas dari sekadar kerusakan fisik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo mencatat lebih dari 300 jiwa warga berisiko terdampak. Banjir bandang telah menyebabkan alur Sungai Wonga Sue melebar dan berubah, memperluas zona bahaya.

Bencana ini juga memutus akses transportasi vital. Dua kampung, yaitu Kopo Dako dan Odaute, kini terisolasi setelah jalan penghubungnya putus diterjang banjir. Isolasi ini tentu menyulitkan proses evakuasi dan distribusi bantuan jika diperlukan, sekaligus menambah beban psikologis warga yang terjebak di dalamnya.

Langkah Tanggap Darurat BPBD Nagekeo

Di tengah situasi yang serba tidak pasti ini, tim penanggulangan bencana telah bergerak cepat ke lokasi. Pihak BPBD Kabupaten Nagekeo telah turun langsung untuk menilai kerusakan dan mengkoordinasikan penanganan darurat.

“Kami telah melakukan pendataan kerusakan dan menyiapkan langkah penanganan darurat,” jelas perwakilan BPBD, menegaskan kesiapsiagaan institusi tersebut. Langkah-langkah prioritas di lapangan kemungkinan besar berfokus pada memastikan keselamatan warga, mengevakuasi mereka yang masih berada di zona berbahaya, serta memetakan kebutuhan mendesak untuk penanganan lebih lanjut.

Bencana di Nagekeo ini kembali mengingatkan kita akan kerentanan wilayah bantaran sungai terhadap fenomena cuaca ekstrem. Pemantauan intensif terhadap daerah aliran sungai dan kewaspadaan warga yang bermukim di sekitarnya menjadi kunci penting dalam mitigasi risiko serupa di masa depan.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar