PARADAPOS.COM - Indonesia mengalami kemunduran dalam upaya pemberantasan korupsi, berdasarkan laporan terbaru Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perceptions Index (CPI) 2025. Skor Indonesia anjlok tiga poin menjadi 34, yang membuat peringkatnya merosot sepuluh tempat ke posisi 109 dari 180 negara. Penurunan ini mengembalikan Indonesia ke luar jajaran 100 besar negara dengan persepsi korupsi terendah.
Penurunan Skor dan Peringkat
Data yang dirilis pada Selasa (10/2/2026) menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Setelah pada 2024 bertengger di peringkat 99, posisi Indonesia kini jauh terlempar. Analisis terhadap angka-angka ini mengonfirmasi bahwa kemunduran tidak hanya terjadi pada peringkat, tetapi juga pada skor intinya.
Manajer Program Transparency International Indonesia (TII), Ferdian Yazid, dalam pemaparannya kepada awak media, menegaskan besarnya kemerosotan ini. "Skor CPI di Indonesia tahun ini ada di angka 34. Kemudian peringkatnya dibandingkan 180 negara lainnya ada di 109," ujarnya.
Ferdian kemudian merinci dampak dari penurunan skor tersebut terhadap peringkat global Indonesia. "Jadi skornya ada penurunan tiga poin, peringkatnya turun 10 peringkat," jelasnya.
Posisi Indonesia di Peta Global dan Regional
Dengan skor 34, posisi Indonesia dalam peta global menjadi sejajar dengan beberapa negara yang memiliki tantangan serius dalam tata kelola. Pencapaian ini menempatkan Indonesia dalam kelompok yang sama dengan negara-negara seperti Aljazair dan Sierra Leone di Afrika.
Lebih memprihatinkan lagi, dalam konteks regional Asia Tenggara, Indonesia kini berbagi skor yang sama dengan Laos, yang juga berada di peringkat 109. Hal ini menggeser narasi kemajuan yang sebelumnya coba dibangun.
Ferdian Yazid mengonfirmasi perbandingan ini. "Berikut skor CPI negara lain yang memiliki skor yang sama. Jadi ada beberapa negara Afrika misalnya Aljazair, Malawi, Sierra Leone. Indonesia juga memiliki skor yang sama dengan negara tetangga Asean, Laos," tuturnya.
Peringkat Negara-Negara ASEAN
Peta persaingan antarnagara di kawasan Asia Tenggara menunjukkan jurang yang masih lebar. Singapura tetap memimpin dengan prestasi gemilang di peringkat 3 dunia (skor 84), diikuti Malaysia (52) dan Timor Leste (53). Sementara itu, Vietnam (81) masih unggul dibanding Indonesia. Di bawah Indonesia, terdapat Thailand (116), Filipina (120), Kamboja (163), dan Myanmar (169). Data ini menegaskan bahwa perjalanan Indonesia untuk memperbaiki tata kelola dan memerangi korupsi masih panjang dan penuh tantangan.
Artikel Terkait
Everton Hadapi Ujian Kandang Lawan Bournemouth di Tengah Tren Positif Kedua Tim
Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan Rp11,92 Triliun untuk 35 Juta Keluarga Jelang Ramadan 2026
Menteri Zulkifli Hasan Apresiasi Peran Polri dalam Penertiban Harga Gabah dan Program Makan Bergizi Gratis
BEI Beri Kelonggaran bagi Emiten Penuhi Aturan Free Float Minimum 15%